5 Hal yang Dapat Membunuh Motivasi Karyawan


Chris Mittelstaedt adalah founder dan CEO The FruitGuys, industry leader di industri delivery sayuran dan buah segar ke perkantoran, perumahan dan sekolah. Melalui artikel ini Chris menceritakan tentang hal-hal yang dapat membunuh motivasi karyawan.
Pada tahun 1986, ketika saya berusia 16 tahun, saya dan teman saya bekerja sebagai pencuci piring disebuah restoran lokal di mall Ming of Pursia. Suatu hari manajer saya memberitahukan kami bahwa ia akan mempromosikan salah satu dari kami yang bekerja keras sampai pada bulan depan. Promosi itu berupa spot terdepan di restoran. Itu artinya salah satu dari kami tidak akan terjebak sebagai pencuci piring selamanya. Dan spot terdepan di restoran tersebut merupakan tempat impian semua pegawai rendahan seperti kami.
Pada beberapa minggu kedepan, saya bekerja lebih keras dari yang pernah saya lakukan sebelumnya. Di akhir bulan, manajer saya memanggil saya keruangannya dan berkata, “Chris, kau bekerja sangat keras dan saya menghargainya.” Kata beliau waktu itu. Saat itu saya sangat yakin bahwa posisi terdepan restoran itu akan menjadi milik saya. Sesaat sebelum saya membanggakan diri kepada manajer saya, bagaimana saya telah berlatih keras untuk tampil di depan restoran, manajer saya berkata, “tapi kamu tidak bisa mendapatkan promosi itu.”
Saya terdiam. “kamu adalah pencuci piring terbaik yang pernah kita miliki. Saya membutuhkan kamu di bagian pencucian piring.” Katanya. Saya kemudian berhenti dari pekerjaan saya seminggu kemudian. Saya tidak akan pernah melupakan kejadian itu, yang memberikan pengalaman kepada saya kalau bekerja keras tidak akan selalu mendapatkan promosi.
Saya tidak akan pernah mau menjadi seperti manajer saya, yang membunuh antusias dari moral pegawai saya.
Berikut ini adalah 5 hal yang berusaha saya hindari:
1. Menciptakan kompetitor, dimana yang satu akan dipromosikan dan yang lainnya tidak
Anda mungkin berpikir bahwa cara seperti ini merupakan cara yang baik untuk membangun persaingan dalam tim Anda. Yang Anda tidak sadari bahwa hal ini justru akan menciptakan dendam terhadap Anda, pemenangnya, dan perusahaan. Dari pada membangun persaingan seperti itu, akan lebih baik jika Anda membangun keadaan dimana semuanya diuntungkan.
2. Masa bodoh dengan mimpi, tujuan, dan kepuasan kerja pekerja Anda
Semakin Anda mengetahui apa yang dapat memotivasi pekerja Anda, dan semakin banyak Anad mengetahui apa yang bisa menyenangkan dan membuat pekerja Anda sukses, maka pekerja Anda akan semakin antusias dalam bekerja. Bahkan walaupun Anda tidak dapat menyediakan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan harapan dan keinginan mereka, mereka tetap akan bekerja dengan senang hati dan penuh semangat.
3. Menahan seseorang karena Ia sangat hebat di pekerjaannya yang sekarang
Apakah Anda pernah berkata kepada diri anda: “dia sangat hebat dalam mengerjakan pekerjaannya sekarang, dan rasanya saya tidak akan bisa mencari penggantinya lagi.” Jujurlah. Jika memang demikian, mulailah merencanakan untuk mengembangkan kemampuan pekerja-pekerja Anda, dan bantulah mereka yang kemampuannya masih di bawah untuk bisa menggantikan posisi itu, karena jika Anda hanya mengharapkan kepada satu orang saja, suatu saat nanti Anda akan kehilangan dia.
4.Penghargaan hanya kepada mereka yang pintar bicara
Orang-orang yang pintar berbicara, dan cenderung menonjol memang sering diperhatikan. Hal itu benar dan sangat sering terjadi. Tapi ada juga orang-orang yang tidak banyak bicara, namun pantas untuk mendapatkan pengembangan dan penghargaan. Apakah Anda mengetahui siapa saja orang-orang tersbut di perusahaan Anda? Apa yang akan Anda lakukan untuk mengetahui keberadaan mereka?
5. Berasumsi bahwa pekerja Anda tidak mengerti gambaran besar
Dalam kasus saya, manajer saya memilih tidak membantu saya untuk memahami bagaimana saya bisa sukses dalam pekerjaan saya meskipun saya tidak mendapatkan promosi tersebut. Pembelaan yang ia kemukakan hanyalah bahwa saya sangat dibutuhkan di bagian itu, dan yang ia pentingkan hanyalah kepentingan pekerjaan itu sendiri. Kebanyakan orang ingin pekerjaan yang mereka lakukan memberikan kontribusi kepada perusahaan. Dan tugas pemimpinlah untuk membantu mereka melihat hal itu, dan menunjukan jalur berpotensi untuk mencapai kesuksesan.

6 Kebiasaan Berpikir Strategis Seorang Entrepreneur

Anda adalah seorang boss, tapi Anda masih menghabiskan terlalu banyak waktu tiap harinya dalam kegiatan sehari-hari. Berikut ini adalah cara-cara bagaimana Anda bisa menjadi seorang pemimpin strategis yang dibutuhkan perusahaan Anda.
Pada awalnya hanya akan ada Anda dan partner Anda. Andalah yang melakukan semua pekerjaan. Mulai dari mengkode, menelepon, bertemu dengan para investor, membersihkan ruangan, dan sebagainya. Sekarang, Anda memiliki orang lain untuk melakukan seluruh hal itu, dan ini saatnya bagi Anda untuk bisa lebih strategis.
Jika Anda merasa diri Anda menolak untuk menjadi orang yang strategis, karena itu kedengarannya seperti mencari-cari alasan untuk melimpahkan pekerjaan kepada orang lain, Anda tidak sendirian. Setiap pemimpin memiliki hasrat untuk menyelesaikan semua yang ada di depan mata seorang diri. Karena apa yang tampak didepan mata itu sepertinya sangat penting dan tidak dapat diserahkan kepada orang lain. Sayangnya jika Anda melakukan hal itu, justru akan membahayakan perusahaan Anda. Saat Anda terlalu sibuk mengurusi hal-hal kecil, Anda telah kehilangan kesempatan untuk menyadari kondisi pasar, dan kondisi perusahaan Anda yang mungkin sedang dalam keadaan berbahaya.
Ini merupakan pekerjaan yang berat, dan tidak boleh ada kesalahan. Kita semua membutuhkan pemimpin yang strategis. Baik di perusahaan besar maupun perusahaan kecil, semuanya membutuhkan hal yang sama, yaitu pemimpin yang strategis. Oleh karena itu pekerjaan ini dibilang sulit, karena jarang ada orang yang benar-benar bisa mengerti nilai esensial dari menjadi seorang pemimpin yang strategis. Akan sangat sulit untuk menjadi pemimpin yang strategis, jika Anda tidak tahu apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh seorang pemimpin yang strategis.
Seorang pemimpin yang strategis harus bisa melakukan keenam hal ini dengan baik :
1.  Antisipasi
Kebanyakan pemimpin perusahaan melihat apa yang ada di depan mata. Banyak pemimpin yang tidak bisa melihat jauh ke depan. Ini akan sangat berbahaya, terlebih menghadapi pesaing yang mampu membaca situasi dan mampu menebak pasar. Untuk mengantisipasinya, Anda harus cekatan melihat perubahan permainan, terutama mengutamakan informasi dari industri terkait, mencari informasi sampai di luar batas usaha Anda, bangunlah jaringan eksternal yang kuat untuk membantu Anda mengumpulkan informasi penting.
2. Berpikir Kritis
Kebijakan konvensional akan mempersempit cara pandang Anda, dan mencurigai apa saja. Tapi jika Anda menerima begitu saja semua informasi yang ada, hal itu juga bukan merupakan hal yang baik. Maka dari itu, Anda harus mampu berpikir secara kritis. Anda harus bisa melihat gambaran besar permasalahan Anda, sehingga Anda bisa melihat akar permasalahan tersebut. Tantang diri Anda untuk mengubah pola pikir dan kepercayaan Anda. Yang terakhir, Anda harus mampu melihat orang-orang yang munafik, suka memanipulasi, dan bisa menjatuhkan organisasi.
3. Menafsirkan
Ambiguitas adalah hal yang sering terjadi. Hadapilah itu, dan Anda harus mampu mencari solusi terbaik secepat mungkin. Seorang pemimpin strategis yang baik harus memiliki informasi yang kuat dari beberapa pihak untuk beberapa sudut pandang. Untuk dapat hebat dalam hal ini, Anda harus melihat pola dalam beberapa data, memberanikan bawahan Anda untuk melakukan hal yang sama, dan membuat pertanyaan-pertanyaan yang dapat menguji kekuatan hipotesis Anda.
4. Memutuskan
Banyak pemimpin yang gagal untuk membuat analisa. Anda harus mampu mengembangkan proses dan mendorong bawahan Anda untuk bisa memutuskan, sehingga Anda layak disebut pemimpin yang baik. Untuk bisa melakukan hal itu, Anda harus secara hati-hati membingkai masalah yang sedang Anda hadapi, untuk bisa menemukan inti dari masalah, menyeimbangkan kecepatan, kualitas dan performa kerja hingga sebaik-baiknya, berani menentukan tidak memiiki informasi yang cukup.
5. Meluruskan
Seorang pemimpin yang strategis harus dapat membuka dialog terbuka, membangun kepercayaan dan mempersatukan semua pihak. Untuk dapat melakukan hal itu, Anda harus mengerti apa yang membuat seseorang bisa berpikir seperti itu, termasuk hal-hal yang tersembunyi, membawa sebuah isu ke permukaan sehingga tidak ada lagi rumor-rumor tidak sedap, dan membangun suport yang baik dengan melakukan toleransi terhadap kesalahan-kesalahan.
6. Belajar
Sebagaimana perusahaan Anda bertumbuh, feedback yang jujur akan semakin sulit untuk Anda dapatkan. Maka daripada itu, Anda harus mengejarnya. Hal ini sangat penting karena kesuksesan dan kegagalan sangat penting dalam pembelajaran perusahaan. Ini adalah beberapa hal  yang harus anda lakukan. Pertama Anda harus menanamkan nilai keberanian, dan kejujuran. Anda juga harus bisa dengan cepat mengganti pekerjaan atau hal-hal yang berbahaya yang keluar dari jalur, dan Anda harus menghargai kesuksesan dan kegagalan yang pernah Anda alami.

7 Rahasia Menjadi Seorang Self Made Multimillionaires

Pertama, Anda harus menanamkan pada diri Anda bahwa Anda tidak hanya menjadi seorang Milyarder, tapi Anda ingin menjadi seorang Multi-Milyarder.
Mungkin Anda mengira bahwa beberapa juta dollar saja sudah cukup untuk menjadi jaminan keamanan finansial Anda, tapi Anda harus menyadari bahwa itu saja tidak cukup. Dewasa ini beberapa juta dollar saja tidak akan cukup untuk menghidupi keluarga Anda dengan jaminan finansial yang sebenarnya. Pada kenyataannya, penelitian membuktikan bahwa seseorang membutuhkan sekitar 7.5 juta dollar aset untuk dapat digolongkan kaya.
Disini akan dibahas mengenai 7 rahasia untuk menjadi seorang multi-Milyarder.
1. Memutuskan untuk menjadi seorang multi-Milyarder
Awalnya Anda harus menetapkan diri bahwa Anda ingin menjadi seorang multi-Milyarder. Anda mungkin awalnya tidak memiliki modal yang cukup. Anda hanya memiliki ide dan usaha, untuk menciptakan sebuah bisnis yang berharga dan sulit dihancurkan. Langkah awal untuk memulainya adalah dengan menetapkan tujuan dan menentukan keputusan. Dengan tujuan yang jelas, Anda tahu ke mana dan bagaimana Anda harus menuju.
2. Buanglah pemikiran tentang kemiskinan
Dunia tidak kekurangan uang. Dunia hanya kekurangan orang-orang yang bisa memikirkannya dengan benar. Untuk menjadi seorang multi-Milyarder, Anda harus menghapus pola pikiran kemiskinan. Anda harus membuang seluruh pemikiran negatif tentang kemiskinan, dan memulai memikirkan hal-hal positif. Kekayaan tidak akan muncul dari perasaan takut dan kekurangan.
3. Perlakukan setiap hal sebagai sebuah kewajiban
Seorang multi-Milyarder tidak hanya termotivasi oleh uang, tapi oleh keinginan mereka untuk eksis dan berkontribusi dalam dunia bisnis dan dalam pasar. Banyak dari orang-orang sukses yang tidak mementingkan uang, tapi mereka lebih mementingkan bagaimana mengembangkan potensi mereka dan memanfaatkan potensi mereka menjadi sesuatu yang berguna untuk masyarakat.
4. Bergaulah dengan para multi-Milyarder
Dalam pengertian ini, Anda tidak harus benar-benar bergaul bersama para multi-Milyarder. Tapi Anda dapat membiasakan diri Anda dengan sering membaca profil mereka, mengetahui dan mempelajari kisah mereka, dan menjadikan mereka inspirasi Anda. Anda tidak dapat mempelajari cara menjadi seorang multi-Milyarder dari orang yang bukan multi-Milyarder, bukan? Anda bisa mempelajari bagaimana orang-orang hebat ini terus termotivasi dan terus berkarya.
5. Bekerjalah seperti seorang multi-Milyarder
Orang kaya memperlakukan waktu secara berbeda. Mereka membeli waktu, sementara orang miskin menjualnya. Orang-orang kaya itu tahu bahwa waktu lebih berharga dari uang itu sendiri, jadi mereka mempekerjakan orang untuk hal-hal yang bukan bidang mereka, atau hal-hal yang akan membuang-buang waktu mereka. Tapi bukan berarti bahwa semua orang kaya akan mempekerjakan orang lain, dan mereka sendiri tidak bekerja. Orang-orang kaya itu akan meluangkan waktu mereka untuk melakukan hal yang bisa membuat mereka merasa seperti pemenang, bukan sebagai pekerja.
6. Melakukan investasi, bukan pengeluaran
Orang-orang kaya tidak menghabiskan uang, mereka berinvestasi. Orang-orang biasa akan memfokuskan pengeluaran pada hal-hal yang membawa kenyamanan, sedangkan orang-orang kaya akan mengeluarkan uangnya untuk hal-hal yang berjangka panjang, yang dapat membawa hasil untuk mereka nantinya. Mereka tahu cara memanfaatkan uang.
7. Menciptakan pemasukan tambahan
Orang yang benar-benar kaya tidak hanya akan memanfaatkan satu aliran pemasukan saja, dan puas oleh itu, tapi sebaliknya mereka akan menciptakan lebih banyak sumber pemasukan lagi. Mereka tidak akan puas dengan satu hal saja, tapi akan mencari celah dan kesempatan untuk sebuah bisnis baru.
Pada akhirnya, Anda akan terkejut ketika mengetahui bahwa orang-orang kaya itu juga menginginkan Anda menjadi kaya. Merupakan sebuah misteri bagi mereka, kenapa orang lain tidak bisa sukses atau sekaya mereka. Mereka sadar bahwa mereka tidak spesial dan kekayaan itu sebenarnya bisa dimiliki oleh siapa saja yang benar-benar ingin fokus. Orang-orang kaya itu menginginkan Anda untuk kaya juga dengan dua alasan. Pertama, agar Anda bisa membeli produk atau jasa yang mereka jual, dan kedua karena mereka ingin berkenalan dan menghabiskan waktu dengan sesama orang kaya juga.

10 Rahasia Pemimpin yang Sukses

Eleanor Roosevelt pernah berkata, “seorang pemimpin yang baik menginspirasi orang-orang untuk memiliki kepercayaan diri dalam diri mereka.” Tapi, menjadi seorang pemimpin yang baik tidaklah mudah. Keberhasilan membawa tim melewati naik turunnya gelombang dalam sebuah bisnis bisa menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh pemilik perusahaan.
Kepemimpinan adalah salah satu area yang banyak diabaikan oleh entreprenur. “Anda bekerja keras untuk mengembangkan produk Anda, Anda berjuang untuk menyelesaikan masalah finansial di perusahaan Anda, Anda mempromosikan bisnis Anda, tapi Anda tidak mempertimbangkan masalah kepemimpinan dan bagaimana mencari staff-staff terbaik.” Kata John Maxwell, penulis buku kepemimpinan handal.
Ternyata, kemampuan dan bakat kepemimpinan penting untuk memimpin tim Anda ke arah yang benar, dan siapa saja yang memiliki kemampuan itu bisa mengembangkan tim. Disini dijelaskan 10 tips rahasia menjadi pemimpin yang sukses
1. Bentuklah tim yang berdedikasi
Tim Anda harus berkomitmen pada Anda dan perusahaan. Entreprenur yang sukses tidak hanya hebat dalam menjalin relasi dan berrbisnis, tapi mereka juga harus tau mempekerjakan orang yang tepat. Sebuah ide bisnis saja tidak cukup. Anda harus mampu untuk mengidentifikasi dan mencari orang yang sesuai untuk bisa bersama-sama mengubah konsep bisnis Anda menjadi kesuksesan.
2. Berkomunikasi
Ini adalah hal yang tidak bisa diremehkan. Walaupun hanya dengan 5-10 staff, akan sangat sulit untuk mengetahui apa yang terjadi dengan mereka. Dalam usaha untuk berkomunikasi, seluruh tim harus merasa bahwa mereka penting dalam tim tersebut, dan membuat mereka merasa memiliki momentum, bahkan dalam keadaan sulit sekalipun.
3. Jangan berasumsi
Ketika Anda menjalani bisnis kecil, Anda mungkin berasumsi bahwa tim Anda mengerti tujuan Anda, serta misi perusahaan Anda, dan mungkin saja mereka memang memahaminya. Tapi, setiap orang perlu diberitahukan dan diingatkan kemana perusahaan menuju, dan akan seperti apa nanti perusahaan saat sudah mencapai tujuan. Akan sangat penting untuk memberikan gambaran tersebut kepada tim Anda. Luangkanlah waktu untuk benar-benar memahami orang-orang yang membantu Anda membangun bisnis Anda.
4. Jadilah Otentik
Pemimpin yang baik menanamkan kepribadian dan kepercayaan mereka kedalam dasar organisasi. Jika Anda berusaha menjadi diri Anda sendiri, dan berada di antara orang-orang yang mendukung nilai tersebut, maka bisnis yang Anda jalankan akan lebih sukses.
5. Mengetahui hambatan Anda
Kebanyakan entreprenur sangat optimis dan yakin dalam menjalankan bisnis menuju tujuan mereka. Tapi, seorang pemimpin juga perlu mengetahui dan mengerti batasan dan hambatan mereka.
Anda perlu mengetahui apa yang sedang Anda hadapi, dan Anda harus mampu merencanakan untuk mengatasi hal tersebut. Rencanakanlah dengan matang, karena sebuah bisnis akan membentur banyak penghalang nantinya.
6. Bentuklah karakter tim
Sering kali terjadi, banyak tim yang berlomba-lomba menuju tujuan perusahaan tanpa mengetahui jati diri mereka sendiri. Mereka tidak mengetahui apa dan kemana tujuan mereka, dan apa yang akan menuntun mereka. Penting untuk menciptakan suatu kesepakatan tentang apa yang harus dicapai tim tersebut, mengapa hal itu penting dan bagaimana seharusnya tim itu bekerja sama untuk mencapai hasilnya. Keseluruhan hal itu akan membentuk karakter tim.
7. Percayalah pada tim Anda
Pemimpin yang baik harus membantu tim nya untuk membangun kepercayaan diri, terutama saat melalui masa-masa sulit. Seperti kata Napoleon Bonaparte, “pemimpin adalah pencipta harapan.” Kepercayaan diri itu akan muncul dengan sendirinya, saat Anda mempercayai tim Anda. Tapi mempercayai tim Anda saja tidaklah cukup. Anda harus membantu mereka untuk menang.
8. Membagikan ide
Banyak entreprenur yang terlalu memikirkan dan membanggakan ide mereka sendiri, dan tidak tahu bagaimana caranya mendistribusikan ide tersebut. Para entreprenur itu lupa untuk memberikan contoh kepada bawahannya.
9. Jagalah tim Anda tetap menyatu
Pemimpin yang baik memberikan timnya tantangan dan membuat timnya bersemangat dengan hal itu. Bahkan sebuah perusahaan kecil dapat menjatuhkan sebuah perusahaan besar, hanya dengan memenangkan tim dan kepemimpinn. Kemampuan menyatukan tim tidak mudah dan tidak dimiliki semua orang. Seorang pemimpin yang baik harus mampu menyatukan tim dengan mengenal tiap anggota timnya satu-persatu dulu secara personal.
10. Tetaplah tenang
Seorang entreprenur harus bisa menghentikan anggota timnya dari reaksi berlebihan terhadap suatu situasi. Mungkin hal ini dinilai tidak begitu penting sekarang, tapi akan penting untuk kedepannya. Sebuah perusahaan harus mempertimbangkan pandangan luar dan pandangan media kepada perusahaan. Brand image yang ditimbulkan dapat sangat terpengaruhi oleh reaksi orang-orang dalam perusahaan Anda dalam menghadapi masa-masa sulit dan goncangan.

5 Hal yang Tidak Pernah Dilakukan Seorang Boss Hebat

Apa yang tidak Anda lakukan, terkadang memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan apa yang harus Anda lakukan.
Sebagai seorang pemimpin, mengetahui hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan kadang memberikan dampak yang lebih besar daripada terfokus pada hal-hal yang harus Anda lakukan. Berikut ini adalah 5 hal yang tidak pernah dilakukan seorang boss hebat.
1. Menunda meminta maaf
Anda tidak perlu meminta maaf jika terlambat meminta maaf. Jika Anda membuat kesalahan, segeralah minta maaf dan bereskan kesalahan itu secepatnya. Anda tentu menginginkan bawahan Anda untuk mengakui kesalahan mereka, jadi berilah contoh yang baik. Sebagai pemimpin, meminta maaf bukanlah hal yang tabu. Jika Anda memang terbukti melakukan kekeliruan, berdirilah dengan tegak dan minta maaflah dengan baik. Hal ini akan memberikan respek dari bawahan Anda kepada Anda.
2. Memberikan penilaian kinerja tahunan
Memberikan penilaian kinerja tahunan merupakan hal yang membuang-buang waktu. Anda harus paham bahwa memberikan masukan (feedback) kepada bawahan Anda tidak perlu dijadwalkan dan tidak perlu menunggu lama. Feedback yang terbaik dilakukan saat itu juga saat bawahan Anda melakukan kesalahan, atau melakukan hal yang membanggakan perusahaan yang perlu diberikan penghargaan. Sebagai seorang pemimpin, sudah merupakan tugas Anda untuk melatih dan mengembangkan bawahan Anda, dan jangan menunggu sampai akhir tahun untuk melakukannya.
3.  Melakukan meeting formal yang kaku untuk mengumpulkan ide
Saat masa-masa sulit, banyak perusahaan yang mengadakan meeting kaku dan formal untuk mengumpulkan ide. Mungkin itu terdengar hebat, apalagi Anda merasa Anda menggaji bawahan Anda dan sedang membutuhkan kontribusi mereka, kan? Tapi Anda tidak membutuhkan sebuah meeting untuk menerima masukan dan ide baru. Saat bawahan Anda tahu bahwa Anda akan selalu siap mendengarkan mereka, mereka dengan sendirinya akan membawakan ide itu kepada Anda. Anda mungkin merasa kesulitan untuk melakukan pendekatan secara personal guna memperoleh ide, dan Anda terbatasi oleh waktu yang sempit, tapi percayalah bahwa bawahan Anda pun sedang berjuang bersama Anda dan mereka akan selalu memiliki ide-ide yang hebat. Terbukalah kepada mereka, dan jadilah pemimpin yang terbuka terhadap masukan, maka Anda akan menerima banyak ide baru tanpa harus mengadakan meeting formal.
4.  Melakukan rencana pengembangan
Rencana pengembangan yang umumnya dilakukan adalah membuat laporan tahunan, membuat aturan-aturan sesuai konstruksi perusahaan, dan sebagainya. Anda harus menyadari bahwa apa yang diharapkan bawahan Anda adalah kemampuan dan pengalaman yang ingin mereka capai, karir yang ingin mereka jalani, dan sebagainya. Jadi saat berbicara tentang rencana pengembangan yang baru, sediakanlah proyek yang sesuai dengan bakat, minat dan harapan pekerja Anda. Sediakanlah training yang nantinya dapat berguna untuk bawahan Anda, yang dapat mengembangkan mereka. Berikanlah media untuk bawahan anda maju.
5.  Meminta bantuan
Banyak sekali boss-boss yang memanfaatkan posisi mereka dan meminta bantuan diluar kepentingan perusahaan, atau memanfaatkan bawahan mereka untuk mengerjakan pekerjaan mereka.  Seorang boss yang baik tidak akan melakukan hal itu. Bersikaplah fleksibel saat fleksibel adalah hal yang harus dilakukan. Janganlah memanfaatkan bawahan Anda dan menuntut mereka membalas bantuan yang selama ini Anda berikan. Pemimpin yang hebat hanya memberi, tidak berharap untuk menerima.

7 Dosa Mematikan dalam Managemen

Jika memang ada sesuatu yang konsisten dalam seluruh bisnis di seluruh dunia, hal itu adalah sifat dasar manusia yang ada di dalamnya. Jika bagian terburuk dari sifat dasar manusia sudah mulai menginfeksi teknik marketing Anda, maka, kita memiliki sebuah masalah.
Berikut pembahasan lebih lanjut tentang tujuh insting terburuk dan apa efeknya kepada tim dan bisnis Anda.
Wrath / Kemarahan
Seorang manager yang pemarah. Apa yang lebih menyenangkan daripada masuk kedalam sebuah rapat dan dimarahi? Ini mungkin merupakan cara yang menyenangkan untuk melepaskan rasa frustasi atau mem-‘bully’ anak buah Anda kedalam sebuah kondisi kerja yang berdasar pada ketakutan, tapi hal itu bukanlah strategi jangka panjang yang baik untuk membuat anak buah Anda menjadi orang yang berani membuat inovasi dan mengambil tantangan baru.
Greed / Ketamakan
Tidak ada hal yang bisa menyamai saat seorang bos yang mengumumkan pemotongan gaji tapi muncul dengan mobil baru setelah beberapa hari. Tapi menindas orang lain untuk mendapatkan keuntungan pribadi bukanlah hal yang memotivasi. Jika Anda melakukan hal seperti ini, mungkin sudah saatnya Anda mengganti cara managemen Anda.
Sloth / Kemalasan
Manusia memiliki sifat dasar untuk membicarakan atau menggosipkan hal-hal seperti “Pekerja X tidak bekerja sebaik pekerja Y.” Walaupun beberapa hal tersebut mungkin benar (dan harus dilihat dari sudut pandang performa), ada kesalahpahaman yang akan muncul jika pekerja Anda tidak mengerti grafik perusahaan Anda atau tanggung jawab yang datang bersama dengan berbagai jabatan yang berbeda. Mengeleminasi budaya kerja yang jelek dan mengubahnya menjadi sesuatu yang baik adalah hal yang penting dan juga membuat semua orang mengerti gambaran besar dari syarat dan cara kerja yang ada di organisasi Anda.
Pride / Kebanggaan
Memiliki kepercayaan diri adalah hal penting dalam membuat keputusan. Walaupun begitu, dimulai dari titik Anda berpikir bahwa Anda tidak akan gagal dan semua ide Anda sangat brilian tidaklah realistis dan cara untuk menuju kegagalan. Kebanggaan juga bisa berbentuk kecongkakkan dan kesombongan. Jika Anda merasa tim atau diri Anda memiliki sifat-sifat seperti itu, sekarang adalah saat untuk merefleksikan diri Anda.
Lust / Nafsu
Apakah perbedaan dari sebuah keinginan besar atau nafsu untuk berbisnis? Jika keinginan untuk berbisnis adalah inspirasi dan kesenangan tentang apa yang Anda lakukan dan apa yang akan Anda lakukan di masa depan, nafsu berbisnis adalah sebuah bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya. Adalah hal yang tepat jika Anda melakukan memeriksa lagi diri Anda untuk memastikan bahwa kekuasaan bukanlah motivasi Anda dalam bekerja, tapi pastikan Anda termotivasi oleh sebuah komitmen untuk memajukan perusahaan. Saya sendiri suka merekrut orang yang memiliki keinginan dalam apa yang mereka kerjakan. Saya menghindari orang-orang yang termotivasi oleh nafsu pribadi.
Envy / Rasa Iri
Apakah Anda berpikir bahwa rumput tetangga lebih hijau dari rumput Anda? Kompetisi adalah hal yang baik, tapi kekuatan untuk berkompetisi yang datang dari rasa iri bisa membuat Anda kehilangan fokus dan mengarahkan Anda menuju arah yang tidak strategis untuk tujuan jangka panjang Anda.
Gluttony / Kerakusan
Ingin mendapatkan segala hal dan tidak ingin membaginya dengan Anggota tim Anda? Apa yang Anda tonton di film kartun adalah hal yang benar dan bisa saja terjadi pada Anda. Kerakusan tidak akan memberikan hal baik apapun untuk diri Anda. Penguasaan diri dan berbagi dapat membantu dalam membuat teman baru, anggota tim, dan aliansi yang akan membawa Anda maju lebih jauh dari apa yang bisa Anda pikirkan.
Bagaimana cara menghindari 7 dosa dalam bisnis?
Menekan beberapa insting dasar manusia merupakan hal yang sulit dilakukan tapi ada satu cara untuk membuangnya keluar dari lingkungan kerja Anda: Berikan suatu nilai pada organisasi Anda. Lihatlah lebih jauh dari apa yang biasa Anda lakukan, dan bangunlah sebuah budaya organisasi yang menghargai orang di dalamnya dan pekerjaan mereka sebagai sebuah bagian dari sesuatu yang besar. Anda akan memberikan kepada karyawan Anda perasaan bahwa mereka memberikan kontribusi yang penting kepada sesuatu yang luar biasa.
Saya percaya bahwa keuntungan, walaupun diperlukan untuk menjaga bisnis tetap berjalan, tidak boleh menjadi unsur utama dari bisnis tersebut. Membuat keuntungan adalah seperti nafas yang kita perlukan untuk bertahan hidup, tapi kehidupan kita tidak hanya bergantung pada nafas. Dalam kasus ini, memperhatikan kesehatan pekerja, lingkungan kerja, dan membantu orang-orang yang membutuhkan adalah faktor-faktor yang membangun nilai dari bisnis Anda. Cara mengeluarkan yang terbaik dari diri dan karyawan Anda adalah dengan memberikan gambaran jelas tentang visi, misi, dan nilai dari organisasi Anda.

6 kebiasaan dari orang-orang yang mengesankan

Bagaimana cara untuk tetap berada di dalam pikiran rekan dan pelanggan Anda? Tidak diperlukan tipu muslihat dalam hal ini.
Jika ingin sukses, kebanyakan orang, baik pemilik bisnis maupun karyawan, harus menjadi orang yang mengesankan.
Walaupun Anda tidak perlu menjadi orang paling menarik di seluruh dunia, menjadi orang yang dikenal tetaplah merupakan tujuan utama dari marketing, periklanan, dan branding personal.
Tidak terlihat oleh orang lain artinya Anda juga tidak akan ada dalam ingatan mereka, dan dengan berada diluar ingatan merka, Anda juga berada di luar zona bisnis.
Tapi jika tujuan Anda adalah dikenal sebagai seorang professional, Anda sudah melewatkan sesuatu. Orang-orang yang berkesan dengan alasan yang benar juga memiliki hidup yang lebih memuaskan dan penuh arti.
Jadi lupakan tentang kartu nama yang keren dan pemilihan pakaian yang khusus. Berikut ini adalah cara untuk bisa berkesan di mata orang lain sekaligus bersenang-senang.

1. Jangan hanya melihat. Lakukan!

Bisakah Anda berbicara tentang efek penurunan BBM ke teman-teman Anda? Apakah Anda pernah berdebat tentang penurunan kualitas sebuah film jika dibandingkan dengan novelnya?
Semua orang bisa membagikan pendapat mereka tentang sebuah film, novel, atau berita-berita terbaru. Karena itulah pendapat mudah terlupakan. Apa yang Anda katakan tidaklah menarik; apa yang Anda lakukan, hal itulah yang menarik.
Jalani hidup Anda dengan melakukan sesuatu daripada hanya menjadi penonton. Hal-hal yang tidak Anda duga akan terjadi. Hal-hal tersebut lebih menarik dan jauh lebih berkesan.
Hal-hal diatas akan sangat berpengaruh jika Anda….

2. Melakukan sesuatu yang tidak biasa

Buatlah sebuah lingkaran dan masukkan semua “barang” Anda kedalamnya. Lingkaran Anda akan tampak mirip dengan lingkaran orang lain: Semua orang punya pekerjaan, semua memiliki keluarga, semua orang juga memiliki pakaian ,mobil, dan rumah.
Pada dasarnya kita selalu berpikir kita adalah orang yang unik, tapi pada kenyataanya kita semua sama, dan menjadi orang yang mirip dengan yang lainnya tidaklah berkesan.
Jadi, sekali-sekali lakukanlah hal yang berbeda. Cobalah melakukan Hiking ke gunung yang jarang didaki orang lain. Bergabung menjadi tim relawan untuk membantu korban bencana, atau berkompetisi dengan teman/anak Anda untuk melihat siapa yang bisa berenang paling jauh dalam waktu 3 jam.
Atau bekerja paruh waktu di kedai kopi untuk melihat apa yang Anda pelajari tentang orang lain, dan tentang diri Anda sendiri.
Apapun yang Anda lakukan, makin tidak produktif dan tidak wajar hal itu, makin baik. Tujuan Anda bukanlah mencapai sesuatu yang luar biasa. Tujuan Anda adalah mengumpulkan pengalaman.
Pengalaman-pengalaman, terutama yang tidak biasa, membuat hidup Anda jauh lebih kaya dan menarik. Bahkan Anda juga bisa….

3. Melakukan misi yang tidak ternilai

Jika Anda adalah orang yang sangat fokus, konsisten pada satu titik, dan benar-benar efisien.
Maka Anda adalah orang yang sangat, sangat membosankan.
Ingatkah saat Anda dulu masih kecil, dan mengikuti ide-ide konyol yang tidak logis? Mencoba melompati sofa seolah-olah itu adalah pulau-pulau yang terpisah, berjalan di trotoar seolah-olah itu adalah tebing yang tinggi? Memakai selimut sebagai jubah seolah Anda adalah seorangsuperhero? Anda menjalani kehidupan seperti itu bertahun-tahun.
Melakukan misi-misi, walaupun tidak bertujuan dan tidak berguna, pastilah menyenangkan. Makin tidak bertujuan kegiatan itu, maka akan maka makin banyak kesenangan yang Anda dapat, karena misi-misi tersebut sendiri adalah perjalanannya, bukan tujuan yang ingin dicapai.
Jadi lakukanlah sesuatu, walau hanya sekali, sesuatu yang tidak lagi dilakukan orang dewasa. Berjalan jauh hanya untuk membeli sekotak makanan, atau membeli makanan laut langsung di pasar ikan yang ada, bukan di supermarket.
Lakukanlah sesuatu yang tidak biasa dilakukan dengan cara tertentu, dan lakukanlah dengan cara itu. Anda akan mengingatnya selamanya, dan juga akan diingat oleh orang lain.

4. Bergabunglah dengan suatu movement atau cause

Movement atau cause yang banyak diingat orang. Saat Anda membela suatu cause, Anda akan terlihat berbeda dengan orang lain
Tapi…

5. Biarkan orang lain yang menyebarkannya.

Orang-orang yang sombong tidak akan diingat atas apa yang mereka sudah lakukan, mereka sebagai seorang yang menyombongkan diri dan suka membual.
Lakukanlah hal yang baik dan orang lain akan menyadarinya. Semakin sedikit yang Anda bicarakan, semakin orang akan mengingat apa yang Anda lakukan.

6. Kendalikan diri dan emosi Anda.

Sebagian besar waktu yang Anda jalani sebagai seorang profesional, Anda jalani seperti seekor hamster dalam roda mainan yang berputar: Anda menghindari segala kemungkinan untuk gagal dan memaksimalkan kemungkinan Anda untuk sukses dengan cara menambah terus grafik prestasi Anda.
Pastinya, pendekatan dengan cara tersebut akan berpengaruh kepada kehidupan pribadi Anda juga.
Jadi Anda terus berlari.. tapi Anda tidak akan mengikuti lomba karena Anda tidak ingin mencapai finish sebagai orang terakhir. Anda bernyanyi, tapi tidak akan bernanyi bersama teman-teman karena Anda bukanlah penyanyi terkenal. Anda akan mensponsori tim baseball karyawan Anda, tapi Anda tidak akan bermain karena merasa tidak dapat bermain bagus.
Secara personal dan profesional, Anda merasa terpaksa menjaga imej sempurna Anda.
Maka, Anda bukanlah seorang manusia. Anda adalah sebuah resume.
Berhentilah mencoba untuk terlihat sempurna. Terima kekurangan Anda. Buatlah kesalahan-kesalahan. Pergilah keluar zona nyaman Anda. Cobalah dan gagallah.
Lalu bersikaplah senang dan seru saat Anda gagal.
Saat Anda melakukan sesuatu, orang akan mengingat Anda karena orang-orang yang berani gagal sangatlah langka.. dan karena orang yang menghadapi kegagalan dengan keapikan serta kerendahan hati, sangat luar biasa sulit untuk ditemukan.

Cara Mempertahankan Start-up Anda di Tahun Pertama

Hal pertama yang harus diingat adalah bahwa pada tahun pertama, keadaan start up bisa sangat menakutkan. Ada dua aspek yang menakutkan yang bisa menghantui Anda sepanjang tahun. Pertama adalah ketakutan akan kegagalan. Bagaimana perasaan Anda jika Anda telah memberitahukan kepada semua orang bahwa Anda akan memulai bisnis, tapi ternyata Anda tidak dapat menjalankannya? Anda akan merasa bodoh bertahun-tahun setelahnya. Anda akan merasa gagal. Aspek lain adalah ketakutan finansial. Anda mungkin akan ketakutan pada kemungkinan bahwa Anda bisa kehabisan uang dalam bisnis Anda dan berakhir di belakang kasir McDonald’s.
Contoh di atas adalah contoh yang ekstrim, tentu saja, tapi contoh di atas mungkin saja membuat tahun pertama di start up Anda menjadi sangat sulit secara psikologis. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat mengurangi kekhawatiran Anda sehingga Anda bisa fokus pada tugas, yaitu membangun perusahaan Anda dari bawah hingga sukses:
1. Pilih lokasi Anda dengan hati-hati
Anda tidak perlu berada di tempat ternyaman untuk memulai suatu usaha. Kenyataannya, Anda mungkin saja bisa berada di tempat yang buruk untuk memulai usaha Anda. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pada tempat yang nyaman dan menguntungkan, Anda bisa mendapatkan network yang besar untuk orang-orang yang mungkin bisa Anda pekerjakan atau mungkin bisa membiayai bisnis Anda. Tapi permasalahannya adalah Anda tidak membutuhkan kedua hal tersebut untuk memulai suatu usaha. Bahkan, Anda sebenarnya membutuhkan waktu dan ruang yang cukup untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukan perusahaan Anda sebenarnya. Menarik perhatian cukup sulit, dan Anda membutuhkan waktu yang banyak untuk bisa menarik perhatian.
Untuk mendapatkan waktu yang cukup untuk menarik perhatian, Anda membutuhkan dana. Jadi yang perlu Anda lakukan adalah memilih tempat yang bisa menghemat pengeluaran Anda, agar Anda dapat mengalokasikannya pada kebutuhan bisnis Anda yang lain. Tinggallah dekat dengan orang-orang yang tidak banyak menghamburkan uang, sehingga Anda mampu untuk menjaga pengeluaran Anda juga.
2. Persiapkan keluarga Anda
Mungkin saran ini adalah sarang yang kejam, tapi sebuah start up tidak akan berjalan lancar dengan hadirnya keluarga. Mungkin sisi positif yang bisa Anda bayangkan adalah ketika start up Anda sukses dan akhirnya Anda bisa memiliki banyak uang dan waktu yang flexibel untuk keluarga Anda. Tapi presentasi keberhasilan itu sangat kecil, dan bahkan Anda mungkin bisa berakhir sebaliknya. Bagi Anda yang sudah berkeluarga, peringatkanlah keluarga Anda jauh sebelumnya bahwa Anda akan banyak menghabiskan waktu, energi dan pikiran Anda untuk bisnis Anda, bukan hanya setahun tapi bisa sampai 2-3 tahun. Lalu negosiasikan dengan mereka batasan-batasan yang tidak boleh Anda langgar, dan apa yang harus Anda lakukan agar keluarga Anda bisa tetap bahagia walaupun Anda tidak mencurahkan banyak waktu untuk mereka. Anda bisa melakukan ini!  bahkan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg berkomitmen memberikan 3 jam dalam satu minggunya untuk pacarnya yang kini menjadi istrinya itu untuk menghabiskan waktu bersama. Hal ini ia lakukan ketika ia sedang membangun Facebook.
3.  Jangan mengharapkan pendanaan
Ya, itu benar bahwa ide yang hebat pasti akan mendatangkan investor untuk mendanai bisnis Anda. Meskipun begitu, tidak setiap orang memiliki ide yang hebat, dan tidak semua ide yang menurut Anda hebat itu disukai para investor. Sebuah ide untuk start up layaknya sebuah patung yang harus Anda pahat untuk menajamkan keindahannya. Memang akan hebat jika Anda bisa menarik orang untuk mendanai ide Anda, tapi jangan terlalu berharap pada itu. Banyak investor yang ingn melihat Anda menghantam batasan Anda sebelum mereka mau mendanai Anda, dan menghantam batasan itu tidak akan terjadi jika Anda tidak memiliki ide Anda pada tempatnya. Hal ini berarti pada tahun pertama, Anda akan menhadiri banyak pertemuan dengan para investor yang ingin mengamati bagaimana Anda menjalani perusahaan Anda. Mereka ingin mengetahui apa yang Anda lakukan, tapi mereka belum siap untuk mendanai Anda. Jika Anda tampak sangat membutuhkan pendanaan, para investor tersebut malah akan khawatir dengan Anda, dan berpikir bahwa Anda tidak tahu bagaimana caranya menjalankan bisnis. Anda mungkin berpendapat bahwa Anda pasti bisa menjalankan bisnis Anda, jika Anda diberikan dana yang cukup. Dan mungkin Anda merasa tidak adil dengan penilaian itu. Tapi kenyataannya tahun pertama merupakan tahun “perpeloncoan”. Jika Anda tidak dapat melewatinya, maka itu akan memberi kesan pada para investor bahwa Anda tidak dapat melewati bisnis ini sama sekali, bahkan untuk cobaan lain yang jauh lebih berat kedepannya.
4.  Tidurlah yang cukup
Tidur merupakan hal yang sangat penting. Anda butuh tidur untuk bisa kreatif, untuk bisa mengontrol emosi Anda, dan untuk dapat membuat keputusan yang cepat dan tepat. Ada sebuah mitos bahwa para founder start up tidak tidur. Kalau hal itu benar, mereka tidak akan bisa melewati tahun pertama. Kenyataannya, mereka hanya tidak tidur pada jam-jam biasa, karena merak tidak harus. Kenyataannya mereka terlalu terjerat dengan start up mereka, dan terisolasi dari dunia luar, sehingga mereka tidak menjalankan waktu yang sama dengan orang pada umumnya. Para founder itu tentu saja mendapatkan waktu tidur mereka. Namun perbedaanya mereka harus tidur di kantor, atu di waktu-waktu yang tidak pada umumnya, atau dengan interval yang aneh.
Jangan terbodohi dengan cerita-cerita bahwa para founder tidak akan memiliki waktu atau tidak boleh tidur. Anda harus mencari tahu berapa jam waktu tidur yang Anda butuhkan agar otak Anda dapat bekerja dengan seoptimal mungkin.

11 Tipe Kepemimpinan

Dewasa ini semakin banyak orang yang tertarik dengan pembahasan tentang kepemimpinan. Buku-buku yang membahas akan hal itu habis terjual. Seminar dan pembahasan mengenai kepemimpinan rasanya tidak akan ada habisnya. Semua orang berusaha mengidentifikasi pemimpin seperti apa dirinya tersebut. Bagi mereka yang ingin mencoba, atau setidaknya terinspirasi, berikut ini adalah beberapa tipe pemimpin yang bisa Anda lihat:
1. Adaptif
Dalam keadaan normal, mungkin saja tidak akan ada jawaban yang mudah, tapi setidaknya akan ada sebuah jawaban. Di saat krisis dan terjadi perubahan di mana-mana, seorang pemimpin harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut dalam menjalankan bisnisnya. Seorang pemimpin yang adaptif dapat menyesuaikan diri dan perusahaan dengan keadaan yang dinamis, menyesuaikan nilai mereka dengan perubahan ya g terjadi, dan membantu bawahan mereka untuk dapat ikut menyesuaikan diri dan mengenali perubahan yang terjadi tanpa mengurangi kepercayaan bawahan tersebut kepada mereka. Contoh pemimpin adaptif yang dapat Anda lihat adalah Sam Palmisano dari IBM, dan Ford’s Alan Mulally.
2. Kecerdasan emosional
Seorang psikolog Daniel Goleman mengkorelasikan kepemimpinan yang sukses dengan kesadaran akan perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain. Pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional sangat bisa mengatur diri mereka sendiri dan hubungan mereka dengan orang lain, dan mereka juga seringkali merupakan orang yang sangat hebat dalam mempengaruhi (dalam arti yang baik). Semua orang dapat berlatih dan belajar untuk bisa cerdas secara emosional.
3. Karismatik
Seorang pemimpin yang kharismatik dapat mempengaruhi orang lain untuk melewati kepemimpinan bersama dirinya. Sembilan puluh tahun yang lalu, sosiologis Max Weber menggambarkan otoritas kharismatik berasal dari karakter yang luar biasa, pejuang, dan kesucian. Dewasa ini, kharismatik lebih berhubungan dengan personality seseorang dan tampaknya susah untuk diajarkan. Seorang pemimpin yang kharismatik dapat menjadi motifator yang hebat dan seringkali membawa kesuksesan yang luar biasa bagi perusahaannya. Contoh pemimpin yang kharismatik adalah Theodore Roosevelt.
4. Authentic
Authenticity, seperti halnya passion, adalah sebuah kata yang sering digunakan. Tapi kata ini tetap masih terdengar fresh ketika mantan CEO dari Medtronic, Bill George menggunakan kata ini untuk menggambarkan pemimpin dengan integritas dan karakter. Itu di tahun 2003, dua tahun setelah runtuhnya Enron dan delapan tahun sebelum Medtronic, dibawah CEO yang lain, membayar lebih dari dua puluh tiga juta dollar untuk mengatur klaim untuk  membayar kesalahan mereka. Hal ini menunjukan, seorang pemimipin yang memiliki keaslian, seperti James Goodnight dari perusahaan software raksasa SAS merupakan seorang bintang dari keteguhan dan disiplin.
5. “Level  5 leader”
Seperti yang digambarkan seorang pebisnis hebat Jim Collins, pemimpin level 5 mengejar tujuan dengan kegigihan seperti seekor singa dan kerendahan hati seperti seekor domba. Orang seperti ini sangat sulit dicari. Pemimpin seperti ini adalah pemimpin yang murah hati, bertanggung jawab, dan meletakkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Meskipun banyak entrepreneur yang dikatakan merupakan pemimpin level 5, yang perlu dilihat apakah mereka bisa menekan ego mereka sendiri dalam menjalankan perusahaan atau tidak.
6. Mindful leader
Terlalu banyak pemimpin yang menjalani kepemimpinan mereka berdasarkan pada asumsi lama dan aturan-aturan yang tidak praktis. Jika pemimpin tersebut memberikan perhatian pada lingkungan mereka, memperhatikan, menganalisa dan yang paling penting, mendengarkan orang lain, maka mereka akan menanyakan pertanyaan yang lebih pintar, dapat mendeteksi perubahan yang terjadi, dan dapat menjadi pelajar yang lebih baik. Kesadararan ini akan lebih mudah dilakukan oleh para pemimpin muda, yang belum tercemar oleh pemikiran-pemikiran lama dan kebiasaan-kebiasaan lama. Tapi perusahaan raksasa juga seringkali melahirkan pemimpin-pemimpin yang mindful.
7. Narsisme
Diluar para pemimpin yang hebat, terdapat juga beberapa pemimpin yang tidak patut dicontoh. Beberapa diantaranya adalah pemimpin yang terlalu mencintai dirinya sendiri, atau yang biasa kita kenal dengan nama pemimpin yang narsis. Pemimpin yang narsis tidak mendengarkan orang lain, tidak ingin belajar, tidak ingin mengajar, dan tidak suka jika ada pendapat yang berbeda dari pendapat mereka. Tapi tidak semua pemimpin yang narsis itu buruk. Psikoanalisis Michael Maccoby menggambarkan satu tipe narsis yang tidak terlalu buruk. Contoh pemimpin seperti ini adalah Bill Gates dan Andy Grove. Mereka adalah pemimpin yang visionaris, dan mampu membawa orang-orang mengikuti visi yang mereka buat. Tipe pemimpin seperti ini ternyata memiliki pendamping yang mampu menutupi kekurangan mereka, dan tetap menjaga mereka utnuk rendah hati.
8.  ”No-excuse” leadership
Kemiliteran tampaknya merupakan suatu tempat yang memiliki pembelajaran kepemimpinan yang tinggi dan tidak pernah berakhir. Kepemimpinan yang “no-excuse” merupakan tipe kepemimpinan yang biasanya terdapat di dunia militer. Tipe kepemimpinan ini akan mampu membuat keputusan dengan cepat, bersikap tegas dan keras, dan menunjukan mental yang kuat. Ini merupakan suatu kebetulan ketika penelitian di tahun 2006 menunjukan bahwa perusahaan yang dipimpin oleh mantan militer mengungguli S&P 500, dan pemimpin tersebut bertahan lebih lama dalam pekerjaan mereka. Contoh pemimpin ini adalah Frederick Smith, mantan angkatan laut yang menjalankan FedEx selama lebih dari 40 tahun.
9. Menular
Richard Boyatzis dan Annie McKee menyebutkan bahwa emosi itu menular: Moral seseorang dapat naik dan turun sesuai dengan mood dari sang pemimpin. Pemimpin yang positif dan bersemangat dapat menularkan hal itu kepada bawahan mereka dan menularkan antusiasme yang positif dalam perusahaan. Merupakan hal yang penting untuk diingat bahwa Anda harus dengan cermat menghitung dan merancang perusahaan Anda, dan seberapa banyak hal itu akan mempengaruhi kehidupan pribadi Anda. Seorang pemimpin harus mampu memisahkan permasalahan pribadi dari kehidupan profesional mereka.
10. Melayani
Pemimpin tipe ini adalah pemimpin yang bersedia untuk melayani bawahannya, tidak tertutup pada batasan jabatan. Pemimpin tipe ini akan bersedia untuk pertama kali melayani, dan bersedia menjadi contoh agar bawahan mereka dapat bekerja dengan lebih baik. Tipe-tipe pemimpin ini adalah mereka yang memiliki empati yang besar, peduli, dan mau menyembuhkan.
11. Storyteller
Seorang pemimpin harus mampu bercerita: tentang dirinya sendiri, tentang perusahaan, tentang apa yang dilakukan pegawai mereka, dan tentang apa yang akan dilakukan mereka di masa depan. Menceritakan cerita membangkitkan emosi yang tidak dapat dibantah siapapun juga. Tidak heran, jika tipe pemimpin seperti ini banyak terdapat dan cocok untuk para entrepreneur, karena para entreprenur membangun sendiri cerita mereka, dan merekalah yang benar-benar mengerti cerita mereka.

10 Peraturan Utama Entrepreneur Oleh Reid Hoffman

Reid Hoffman (founder Linkedin) berbagi tentang aturan-aturan dalam entrepreneurship yang berasal dari pengalamannya membangun perusahaan dan berpartner dengan entrepreneur hebat di Silicon Valleysebagai angel dan venture capitalist.
Rule 1 : “Look for disruptive change” – Carilah Perubahan yang memiliki efek besar pada market
Jika Anda sedang akan memulai sebuah usaha, tanyakan hal ini pada diri Anda: Apakah yang sekarang dibutuhkan tapi dulunya tidak mungkin atau tidak perlu dilakukan?
Apakah sebuah produk atau jasa baru akan bisa mengambil alih atau membuat pasar baru? Ketika Saya membantu dalam pembuatan LinkedIn, industry teknologi sedang terpuruk. Saya melihat semua kemungkinan yang diciptakan oleh internet dan mendapat sebuah ide bahwa nantinya semua orang akan membutuhkan profil professional di dunia online. Gangguan yang saya temui adalah bahwa perusahaan bisa secara langsung mengejar kandidat terbaik daripada berharap untuk mendapat hasil atau respon dari iklan di surat kabar atau iklan di situs-situs.
Rule 2: “Aim big” –  Tentukan tujuan yang besar
Besar atau kecilnya ide yang ditargetkan oleh sebuah start-up, usaha, keringat, dan darah yang perlu Anda keluarkan tetaplah sama, jadi bermimpilah untuk mencapai sesuatu yang besar! Apa sih maksud kata “besar”? Itu adalah sebuah produk atau jasa yang bisa membuat pasar baru atau mendominasi pasar tertentu yang sudah ada.
Rule.3: “Build a network to magnify your company” –  Buatlah jaringan untuk memperbesar perusahaan Anda
Kebanyakan orang berpikir bahwa dibalik setiap start-up hanya ada satu entrepreneur yang memiliki ide brilian. Tapi kenyataannya, perusahaan yang sukses dibangun oleh sejumlah orang bertalenta yang dikelilingi oleh relasi dan hubungan yang bisa membesarkan dan membantu mereka. Entrepreneur-entrepreneur terbaik mencari dan membangun hubungan dengan penasehat, investor, partner, dan pelanggan mereka.
Rule.4: “Plan for good luck and bad luck” – Buatlah rencana untuk keadaan baik dan buruk
Anda harus selalu mengasumsikan bahwa Anda akan beruntung atau tidak dengan perusahaan baru Anda. Keberuntungan tidak hanya sesimpel “Wah perusahaan saya berjalan.” Tapi, keberuntungan adalah saaat Anda melihat sebuah kesempatan besar dan dengan cepat mengambilnya. Ketidakberuntungan adalah saat ide Anda tidak berjalan. Bukan berarti Anda gagal, tapi Anda harus menjalankan plan B.
Rule 5: “Maintain flexible persistence” – Pertahankan sikap persistence yang fleksibel
Sangat sering seorang entrepreneur diberikan nasehat yang berlawanan: “Tetap tekun! Berkomitmenlah pada visi yang sudah dibuat!” atau “ubah ide bisnis kamu berdasar data penggunaan produk oleh customer” Pahamilah kapan harus merubah ide Anda! Tantangannya adalah untuk menjalankan ke dua advice ini bersamaan dan tahu advice mana yang cocok di suatu situasi. Anda harus tahu bagaimana menjalan sikap persistence yang fleksibel.
Rule 6: “Launch early enough that you are embarrassed by your first product release. “ Rilislah secepat mungkin sehingga Anda akan malu pada peluncuran pertama produk Anda
Start-up pertama saya, Socialnet.com, membutuhkan waktu Sembilan bulan untuk meluncurkannya. Hal ini merupakan kesalahan yang besar. Kami ingin semua detil situs sudah bisa dijalankan. Kami ingin orang-orang mengataka bahwa produk kami sangat dahsyat. Kami menghabiskan banyak waktu dan hal itu membuat kami ketinggalan berbulan-bulan untuk menyelesaikan masalah yang lebih penting untuk diselesaikan, “bagaimana cara mengantarkan produk ini untuk digunakan jutaan user diluar sana?”
Dari hal itu saya belajar, jika Anda tidak malu dengan peluncuran pertama produk Anda, maka peluncuran tersebut sudah telat!
Rule 7: Bercita-citalah, tapi jangan terlena didalamnya
Targetkan untuk mencapai yang terbaik, tapi hati-hati dengan rasa percaya yang berlebihan terhadap teori-teori yang Anda pikirkan sendiri. Meluncurkan produk Anda sedini mungkin adalah hal yang penting agar bisa mempelajari bagaimana pelanggan menggunakan produk atau jasa Anda. Sama pentingnya dengan mengidentifikasi dan mengukur sejauh apa Anda sudah mencapai visi dan aspirasi Anda? Anda juga harus mendapat feedback dari kolega dan rekan Anda. Inovator sangat mudah terlena dalam cerita dan dunia mereka sendiri dibandingkan mempelajari ke arah mana tujuan mereka.
Rule 8: “Having a great product is important but having great product distribution is more important” Penting untuk memiliki produk yang luar biasa, tapi memiliki distribusi produk yang luas lebih penting.
Saya menemui banyak entrepreneur yang berpikir bahwa produk adalah hal yang paling penting dan dengan produk terbaik Anda akan selalu menang. Yang gagal disadari oleh banyak orang adalah, tanpa distribusi yang baik, sebuah produk akan mati.
Bagaimana cara Anda membawa produk Anda agar bisa digunakan oleh jutaan atau bahkan milyaran pengguna?
Rule 9 : “Pay close attention to culture and hires from the very beginning” Perhatikan budaya dan perekrutan anggota Anda sejak awal.
Orang-orang yang Anda rekrut akan menentukan budaya perusahaan Anda, jadi pastikan mereka adalah orang yang baik. Mereka yang akan merekrut orang-orang berikutnya. Nasehat lama mengatakan bahwa Anda membutuhkan orang yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam start-up Anda. Tapi apapun yang sudah mereka lakukan selama bertahun-tahun tidak akan membantu, karena Anda sedang melakukan sesuatu yang tidak pernah dikerjakan sebelumnya, begitu juga dengan dunia dan ladang kompetisi yang bergerak dan berkembang dengan sangat cepat. Yang Anda butuhkan adalah orang-orang yang bisa belajar dengan cepat.
Rule.10: “Rules of entrepreneurship are guidelines, not laws of nature.” Peraturan untuk entrepreneur adalah petunjuk, bukan hukum alam.
Jangan terlalu memperhatikan peraturan yang dibuat oleh orang lain. Entrepreneur adalah seorang inventor, mereka adalah orang yang sukses jika membuat sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya dapat berjalan.
Pada saat tertentu, untuk menjalankan sesuatum Anda perlu melewati batas dari peraturan yang sudah ada. Seorang entrepreneur bisa saja membuat peraturan baru.