Fokus Pada Kekuatan Anda

Play to your strength

Ingat ketika di sekolah, ketika Anda memilih mata pelajaran  yang sudah Anda kuasai? Bagaimana rasanya? Luar Biasa! Ini akan menjadi mudah. Saran apa yang Anda dapatkan dari mentor atau dosen Anda? Mungkin, mereka merekomendasikan Anda mengambil kelas dimana Anda lemah dalam mata pelajaran itu.
Mempelajari mata kuliah baru memang ide yang baik untuk dicoba, berusaha mengembangkan kelemahan yang menghambat Anda. Pepatah biasa mengatakan kita harus bekerja keras untuk memperbaiki kelemahan kita, tapi sebenarnya, ini tindakan yang sangat menghabiskan energi, waktu, talenta, dan kesempatan.
Bayangkan jika itu terjadi pada Chopin, Einstein, Christ Evert, atau Pavarotti apabila mereka mengikuti saran ini. Mereka adalah orang yang mengabdikan hidup mereka untuk mengembangkan kekuatan natural mereka. Sebagai hasilnya, mereka mencapai puncak pada bidangnya.
Pengusaha yang sangat sukses, bisa disamakan seperti ilmuwan yang ahli, seniman, atlit, dan para entertainer, berdasarkan pada sejarah mereka mendapatkan keahlian mereka dengan berfokus pada kekuatan mereka.
Setiap orang mempunyai  kemampuan alami dalam suatu bidang. Kita semua mempunyai kemampuan spesial yang dikaruniai oleh Tuhan. Anda mungkin ahli di bidang angka, menggambar,  mengajar, atau menanam tanaman. Talenta spesial Anda mungkin melibatkan music, kemampuan atletik, empati, menulis, dan bekerja menggunakan tangan.
Masalahnya adalah Anda tidak mengenali bakat Anda sendiri.  Anda mungkin tidak menyadari sebenarnya Anda memiliki kelebihan dibanding orang lain. Anda mungkin percaya semua orang bisa membuat taman yang indah dengan mudah.
Faktanya adalah kita semua berbeda. Anda bisa melakukan beberapa hal lebih baik dari saya bisa. Dan, saya bisa melakukan beberapa hal lebih baik dari Anda.
Bagaimana Anda bisa menemukan bakat alami Anda ?
Pertama, tulis hal – hal yang dengan mudah Anda lakukan. Hal – hal ini adalah hal yang dengan sangat mudah Anda bisa lakukan. Sering, tugas itu kita anggap mudah karena kita mempunyai bakat alami disana.
Lalu, buat list hal – hal yang apabila Anda melakukannya Anda bisa menghabiskan waktu dengan mudah. Ketika Anda melakukan hal ini, Anda mungkin nantinya akan sadar bahwa Anda sudah menghabiskan beberapa jam tanpa terasa melakukannya. Ini adalah tips untk menemukan bakat alami Anda.
Akhirnya, tulis semua aktivitas yang membuat Anda bahagia. Hal ini yang bisa membuat Anda tersenyum. Aktivitas – aktivitas ini yang Anda lakukan hanya untuk kepuasan diri sendiri, tanpa keinginan untuk mendapatkan sesuatu, hanya karena Anda senang pada saat melakukannya dan dapat mengisi hari – hari Anda.
Lihat dalam 3 list tersebut untuk menemukan aktivitas yang umum. Itulah area dimana Anda memiliki kemampuan dan bakat alami. Ini adalah area yang sangat potensial untuk Anda. Bayangkan jika Anda bisa menghabiskan banyak waktu Anda mengembangkan dan bermain dengan sesuatu yang bisa membuat Anda bahagia, dimana Anda akan menghabiskan waktu dengan mudah dan aktivitas tersebut sangat mudah bagi Anda.Wow!
Jangan termakan nasihat lama yang mengatakan Anda harus bekerja untuk kelemahan Anda.
Pekerjakan seseorang yang kuat di suatu bidang yang Anda lemah. Bagikan tugas yang tidak Anda sukai dimana orang tersebut bisa melakukannya dengan senang hati. Lakukan berulang – ulang. Berikan tugas tersebut kepada orang lain dimana Anda tidak bisa melakukannya.
Seberapa keras Anda berusaha, Anda hanya akan menjadi rata – rata dimana Anda tidak mempunyai bakat alami di bidang tersebut. Selalu bekerja untuk kelemahan Anda bisa merusak kepercayaan diri Anda karena Anda akan fokus pada kekurangan Anda.
Di lain pihak, bekerja untuk mengembangkan bakat alami akan memberikan penghargaan tersendiri dan motivasi yang bisa membuat Anda mempunyai kemampuan yang semakin lama semakin tinggi, penghargaan dan kesuksesan.
Investasikan waktu Anda dan energy di suatu bidang yang Anda hebat dalam melakukannya. Sangat luar biasa. Anda akan lebih bahagia, atasan Anda,  pelanggan Anda akan memberikan hadiah atas totalitas Anda.
Kombinasi yang bagus adalah : Anda melakukan hal yang Anda sukai dan orang akan membayar Anda untuk itu.
Fokus pada kekuatan Anda. Pengalaman kepuasan yang tertinggi didapat ketika Anda dapat melakukan sesuatu dengan luar biasa.

Kenapa Disiplin Lebih Penting daripada Motivasi


Ada banyak masalah didalam sebuah  motivasi :
1. Motivasi cepat berlalu
Motivasi datang dan pergi sesukanya. Efeknya mungkin tidak akan terasa sampai weekend, akhir hari, atau bahkan hanya bertahan sampai Anda selesai membaca sebuah blog post. Benar-benar cepat berlalu.
2. Motivasi bersifat situasional
Motivasi biasanya berdasarkan pada kondisi Anda sekarang. Bagaimana perasaan Anda? Jika Anda tidak tertarik untuk melakukannya, maka Anda akan meninggalkannya. Anda tidak diharuskan untuk melakukannya, karena Anda memang sedang tidak mau!
Tapi kemudian Anda tidak melakukannya dan makin lama merasa makin malas mengerjakannya.
3. Motivasi ada di mana saja
Ke manapun Anda pergi, Anda melihat orang-orang mencoba untuk termotivasi melakukan sesuatu, untuk membuat perubahan. Mereka akan membaca, menonton sesuatu, atau menghadiri sebuah konferensi untuk menjadi ‘termotivasi’, Hal itu tidak membuat mereka ‘beraksi’.
“Saya termotivasi untuk melakukan hal ini.” “Saya termotivasi untuk melakukan hal itu.” Berhentilah termotivasi dan lakukan sajalah! Anda tidak butuh motivasi, Anda butuh disiplin!

Disiplin benar-benar berbeda dengan motivasi.

1. Disiplin bersifat konsisten.
Konsistensi dalam disiplin adalah yang membuatnya disebut disiplin. Anda keluar dari rumah dan melakukannya, hari demi hari.
2. Disiplin menjadi kebiasaan.
Disiplin tidak terjadi begitu saja. Disengaja dan diulan-ulang. Setiap hari.
3. Disiplin jarang ditemukan
Disiplin memang tidak terdengar menyenangkan, tapi inilah cara Anda mendapatkan hasil.
Motivasi adalah awalnya, tapi jika tidak dipadukan dengan disiplin, biasanya akan hilang dan berubah menjadi penyesalan ketika Anda menyadari ternyata Anda belum melakukan apapun.

Bagaimana cara agar bisa lebih disiplin?

1. Buanglah alasan-alasan Anda.
Semua alasan itu sangat menggangu. Setiap alasan yang Anda miliki, buanglah sejauh-jauhnya.
2. Ciptakan rutinitas
Jangan menunggu rutinitas ini kebetulan terjadi. Saat Anda sedang mendisiplinkan diri, sama halnya saat memprogram sebuah robot. Tidak ada emosi yang terlibat. Sesederhana “Jika ini.. maka.. itu”.
Karena itulah sebuah perencanaan sangat krusial. Anda tidak perlu menentukan apa yang harus Anda lakukan setiap bangun pagi. Anda tidak perlu memilih dari 100 keputusan yang bisa diambil. Anda memutuskan satu kali untuk menjalankan rencana tersebut dan bangun setiap pagi untuk melaksanakannya. Anda sudah memutuskan dan akan menjalankannya. Anda tidak perlu memutuskan apa-apa lagi, Anda hanya perlu melakukannya.
3. Putuskan bahwa hal ini benar-benar bernilai
Tentu, membuat keputusan awal akan sangat sulit.
Tanyakan pada diri sendiri, seberapa Anda menginginkannya? Anda tentu harus mengorbankan sesuatu. Jika Anda benar-benar menginginkannya, maka pastinya hal tersebut sangat bernilai. Jika Anda memutuskan hal tersebut bernilai untuk Anda, maka…
4. Berinvestasilah di dalamnya.
Uang memang memiliki cara untuk mengatur prioritas Anda. Di manakah Anda menghabiskan kebanyakan waktu Anda? Lihatlah ke mana Anda paling banyak menghabiskan uang. Mungkin ada korelasi pada keduanya.
Berinvestasilah dalam apapun yang ingin Anda lakukan. Buatlah keadaan apabila Anda tidak mencapainya menjadi sesuatu yang menyakitkan.
Ada seseorang yang memulai tantangan mendapatkan perut sixpack, ia memberi tahu temannya bahwa ia akan memberikan $500 pada orang yang paling ia benci, musuh bebuyutannya.
Tentunya, setiap pagi ia akan berpikir sebagaimana kesalnya memberikan uang $500 pada orang yang paling dibencinya.
Setelah dua minggu pertama, ia sudah memiliki momentum yang cukup sehingga tidak membutuhkan motivasi lagi, tapi harus sangat yakin bahwa pada minggu-minggu pertama investasi tersebut cukup kuat untuk membuat disiplin menjadi prioritasnya.
Berinvestasilah pada tujuan Anda. Bertaruh atau sewalah seorang pelatih, tapi berinvestasilah pada sesuatu yang benar-benar berarti bagi Anda, dan akan membantu untuk mengubah prioritas sesuai yang Anda mau.
5. Teruslah melakukannya
Saat Anda benar-benar ingin menyerah, jangan berhenti. Teruskan. Disiplin tidak bergantung pada perasaan Anda. Hal ini akan tetap berjalan walaupun seberapa jeleknya mood Anda.
When you think you are done, you’re only 40% of what your body is capable of doing. That’s just the limit that we put on ourselves. – David Goggins
6.  Just tell your brain that you will do it
Hilangkan otak Anda dari cara pikir Anda. Pikiran Anda sangat-sangat menggangu. ‘Dia’ akan memberitahu Anda segala hal yang tidak bisa Anda lakukan karena ingin memproteksi dirinya sendiri. ‘Dia’ mau main aman saja. ‘Dia’ ingin tetap nyaman.
Sedangkan, badan Anda akan duduk diam dan tidak mengatakan apapun, walaupun dia tahu bahwa mampu melakukan triathlon, marathon, memanjat gunung, dan mendapat six pack jika Anda memberinya kesempatan.
Suruhlah pikiran Anda diam dan lakukan saja. Turn off otak Anda.
Saat otak Anda mengatakan bahwa hal tersebut mustahil, katakan padanya,
Terima kasih, tapi saya tetap akan melakukannya.
Ya, mungkin ini akan berakhir dengan sebuah argumentasi dengan diri sendiri, tapi lakukan sajalah!
7. Pakailah sepatu Anda, dan berjalanlah keluar dari rumah
Jika tidak ada hal lain, bersiaplah dan keluarlah melalui pintu.
Rumah, ruangan, dan semua tempat adalah benteng pertahanan yang terkuat. Jika Anda bertahan didalamnya, maka Anda tidak akan pernah pergi keluar.
Cobalah memulai. Sadari hal-hal lain disepanjang perjalanan. Dengan melangkah keluar dari pintu. Anda sudah memenangkan setengah pertempuran.
Anda tidak membutuhkan inspirasi lain. Anda tidak membutuhkan motivasi apapun. Anda membutuhkan lebih banyak disiplin dan Anda perlu memulainya sekarang.

6 Kunci untuk Memulai Bisnis yang Sukses

Maria Contreras-Sweet sering mendengar teman dan relasinya bersemangat untuk berhenti dari pekerjaannya untuk memulai membangun perusahaannya sendiri. Namun entrepreneur yang sukses dan pemilik bank biasanya akan menasihati mereka untuk menunggu. Maria menyarankan untuk melakukan riset selama masih bertahan di pekerjaan yang Anda geluti.
Maria sendiri adalah seorang mantan eksekutif perusahaan dan pernah sekali menjabat di pemerintahan selama lima belas tahun. Ia memulai agensi lembaga public miliknya sendiri dan menjabat sebagai sekretaris bisnis, perumahan, dan transportasi dalam administrasi California Government Gray Davis. Pada November 2006, ia memulai membangun Bank Promerica (singkatan dari Promise of America).
Selain itu juga ada beberapa saran lainnya dari Maria agar mengeksplorasi konsep bisnis dengan lebih berhati-hati. Berikut ada enam hal yang perlu diperhatikan dalam pengajuan konsep bisnis:
  1. Apakah konsep Anda unik? Semua Entrepreneur memulai sebagai ikan kecil di dalam kolam yang besar. Apabila Anda bermaksud untuk memulai suatu bisnis, coba tanyakan pertanyaan berikut ini : “Apakah ceruk (niche) Anda? Bagaimanakah Anda membedakan diri dengan yang lain? Inovasi apakah yang ditawarkan? Hal apa yang Anda perbaiki yang belum diperbaiki sampai saat ini?” Orang-orang mencari inovasi. Mereka mencari sesuatu yang berbeda, yang baru, sesuatu yang mutakhir. Sebaliknya, Anda hanya akan menemukan diri Anda sama saja dengan yang lainnya.
  2. Apakah Anda menemukan hambatan untuk masuk? Pertimbangkan orang lain dapat dengan mudah meniru usaha Anda. Bagaimana nasib Anda apabila ada orang lain yang mempunyai sumber daya pemasaran yang lebih dari Anda, meniru usaha Anda, dan membuat lebih besar? Pastikan Anda telah membuat trademark dan mendaftarkan usaha Anda secara legal. Apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat produk Anda lebih spesial yang tidak dapat dilakukan orang lain?
  3. Pilih pasar yang sedang bertumbuh (emerging market). Di dalam kondisi perekonomian yang sedang bergejolak, Anda akan lebih suka berusaha dalam pasar yang sedang bertumbuh, dimana pasar tersebut memiliki potensial kelangsungan hidupnya lebih lama.
  4. Anda memerlukan jaringan (network) yang baik. Termasuk di sini adalah jaringan pribadi Anda, seperti pengacara, akuntan, pemasar, bersama dengan teman-teman Anda dan orang-orang yang akan bersedia memberikan potongan harga sampai Anda mampu menumbuhkan bisnis Anda. Dan orang-orang yang akan membicarakan, mempromosikan produk Anda dan menyebarkan berita mengenai perusahaan Anda. Anda dapat membangun jaringan ini selama Anda masih bekerja, dengan bergabung dalam organisasi-organisasi yang di dalamnya juga termasuk target customer Anda. Apabila Anda sedang menjual boneka, bergabunglah dalam organisasi yang bergerak di bidang anak-anak.
  5. Anda harus memiliki passion. Sebagian besar orang menyebutnya passion, namun sesungguhnya itu adalah energi yang tidak berkesudahan. Anda harus bangun pagi, bekerja sampai larut, menguras passion, menguras energi Anda, dan tentunya menguras diri Anda sendiri.
  6. Memiliki catatan kredit atau catatan utang yang baik. Dalam kondisi krisis ekonomi seperti sekarang ini, orang kebanyakan tidak mengatur kredit mereka dengan baik. Anda perlu menghubungi kreditur dan merancang ulang jadwal pengembalian dan agar kreditur mau bekerja sama dengan Anda pada tingkat bunga tertentu.
Catatan utang yang baik nantinya akan sangat membantu Anda untuk memperoleh pinjaman. Ketika Anda memiliki kredit yang buruk, Anda perlu mendatangi Angel Investor atau Venture Capital. Hal itu juga berarti Anda memberikan sebagian dari perusahaan Anda karena Anda tidak memiliki cukup dana atau kredit yang cukup untuk memperoleh pinjaman.
Menerima investasi itu layaknya sebuah pernikahan. Sekalinya Anda menerima investasi dari seseorang, Anda tidak dapat memecatnya begitu saja. Ia akan bertahan di dalam bisnis Anda untuk waktu yang lama dan memiliki sebagian dari bisnis Anda.
Sebagai seorang Entrepreneur baru, Anda juga harus memahami ikatan kerja finansial bisnis Anda. Anda harus memahami pricing produk, tingkat margin, menyisihkan dana untuk riset dan pengembangan, dan ingat untuk membayar tagihan tepat waktu. Anda harus memahami dan menguasai pengetahuan ini sebelum mendelegasikannya pada orang lain. Anda perlu memahaminya seperti seorang CFO (Chief Financial Officer), bagaimana bisnis Anda bekerja dan bagaimana kondisi finansialnya.
Akhir kata, Anda harus mengingat bahwa memulai suatu bisnis bukanlah seperti sprint (lari jarak pendek) melainkan adalah long-run (lari jarak jauh), maka persiapkanlah langkah Anda.

5 Tips Sukses Untuk Startup

Agensi Digital Invoke lebih memilih untuk membuat produk, dibandingkan membeli produk. HootSuite, klien mereka yang berperan sebagai pihak ketiga dari media sosial seperti Facebook dan Twitter, merupakan alat yang paling sukses yang pernah diluncurkan perusahaan tersebut sebagai sebuah produk.
Ketika Dario Meli, David Tedman, dan Ryan Holmes meluncurkan perusahaan tersebut di tahun 2006, mereka tidak berencana untuk menjual produk mereka. Tapi seiring dengan pengembangan produk tersebut, mereka mengetahui bahwa para agensi itu juga membutuhkan produk yang mereka kembangkan. Sekarang, lebih dari 800.000 orang menggunakan HootSuite.
Di tahun 2010, HootSuite keluar dari Invoke untuk menjadi perusahaan yang mandiri. Dario Meli, sebagai co-Founder dari kedua perusahaan tersebut, berbagi cerita tentang bagaimana caranya untuk mengidentifikasi keuntungan, menentukan fokus, dan apa yang ia pelajari sebagai founder dari perusahaan yang terus berkembang tersebut.
Berikut adalah 5 tips sukses untuk startup menurut Dario Meli :
1. Mengidentifikasi Permasalahan
Invoke memiliki ide untuk fokus pada produk. Mereka tidak peduli dengan agensi dan hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan produk. Tapi ternyata, hal yang mereka lakukan ternyata lebih dari sekedar menciptakan produk saja. Ada hal lain yang penting dalam pekerjaan mereka, dan hal itu adalah hubungan dengan klien mereka, yang merupakan hal penting yang membantu perusahaan untuk mengembangkan produk mereka.
2. Bekerja dengan Orang yang Tepat
Dario Meli telah mengenal Tedman bertahun tahun sebelum menjadi co-founder dari Invoke, tapi ia baru mengenal Holmes saat pertama kali bertemu di kafe. Mereka berbincang-bincang sekitar satu setengah jam dan menemukan kecocokan.
Perasaan dan insting yang didapat saat mengenal dan menilai lawan bicara merupakan hal yang paling penting dalam memilih partner kerja. Ketika Invoke mencari investor untuk mendanai HootSuite, kecocokan merupakan salah satu hal penting yang dipertimbangkan. Kesamaan tujuan juga merupakan satu hal yang penting, sehingga sebuah perusahaan bisa berkembang secara cepat.
3. Pembagian Divisi adalah Hal yang Penting
Jangan pernah takut untuk berpartner. Pembagian divisi adalah hal utama dalam membangun perusahaan. Jangan takut dengan perbedaan divisi itu, karena dengan pembagian divisi, pekerjaan bisa menjadi lebih fokus. Dengan membawa berbagai talenta bersama-sama, perusahaan dapat bertumbuh lebih baik lagi.
Saat ini Invokes mempekerjakan 20 tim dan HootSuite memiliki 35 tim yang bekerja bersama-sama membangun perusahaan. Dengan bekerja bersama-sama, memanfaatkan seluruh talenta dalam tim, perusahaan dapat berkembang dengan pesat.
4. Tetap Fokus
Invoke telah mempelajari bahwa tetap fokus merupakan hal yang sulit untuk diterapkan ke seluruh perusahaan. Perusahaan seringkali melakukan hal yang tidak berhubungan dengan tujuan mereka. Saat mereka tersadar, mereka telah menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan tujuan awal mereka. Tetap fokus pada proyek perusahaan merupakan hal yang penting untuk mengembangkan perusahaan.
5. Terlihatlah, be visible !
Invoke mendirikan kantor cabang di New York agar bisa lebih terlihat oleh perusahaan-perusahaan yang membeli produk dari Invoke. Menjadi terlihat akan sangat penting untuk kemajuan perusahaan. Dengan terlihat, perusahaan akan lebih terjangkau dan lebih mudah untuk dicapai. Tidak hanya sampai membuka perusahaan, Invoke juga berusaha tampil lebih terbuka dengan membentuk tim PR untuk perkembangan Invoke.

11 Pelajaran Startup dari CEO Wanita Sukses

        Bagi mereka yang memiliki ide cemerlang dan modal uang cash dari para investor, tawaran pekerjaan yang buruk di job market dan penurunan ekonomi merupakan tanda-tanda  waktu yang tepat untuk memulai bisnis kecil-kecilan. Dalam banyak kasus, orang-orang yang berani mengambil resiko, inovatif, dan berjiwa entrepreneur adalah wanita. Untuk dapat sukses di dunia yang masih digolongkan sebagai dunia para pria, berbeda dengan 10, 20 dan 30 tahun yang lalu. Sekarang ini mari kita kesampingkan pembicaraan tentang feminisme dan mari kita lebih berpikiran terbuka dan kreatif.
Jadilah bunglon
        Tena Clark, seorang penulis lagu, produser, dan entrepreneur yang merupakan CEO dari DMI Music, telah menang dan mempertahankan karir dalam industri musik selama 3 dekade, karena ia selalu berevolusi baik sebagai seniman dan entrepreneur. Ia ikut menyaksikan perubahan yang terjadi dalam industri musik dan bekerja keras sebagai seniman dan inovator, serta mampu beradaptasi, bukannya berjuang untuk menjaga hal yang telah ada sebelumnya.
        “Saya telah melihat transformasi industri dan banyak pekerjaan yang hilang,” kata Clark. “Tapi saya bisa terus sukses karena saya menancapkan jari saya ke banyak aspek dalam bisnis. Dan jika salah satu dari itu menghilang, saya masih bisa bergantung pada hal yang lainnya. Saya tidak pernah bergantung sepenuhnya pada satu hal saja.
Bersiaplah untuk memulai kembali dari awal
        Setiap industri mengalami saat-saat mengerikan di mana setengah pembicaraan adalah tentang bagaimana tahun-tahun gemilang telah berakhir dan bahwa inilah saatnya untuk beralih ke industri yang lain. Sisi lain cenderung berpikir jika mereka bertahan dan menjaga kepala mereka tetap menghadap ke bawah, segala hal akan baik-baik saja. Carilah jalan tengah.
        “Enam belas tahun yang lalu saya sedang mendengarkan dua orang pembicara esktrim berpendapat tentang industri saya, dan apa yang saya sadari adalah mereka berdua keliru dan saat itu sudah waktunya untuk menciptakan kembali” kata Clark. “Saya kemudian menyadari bahwa Saya harus siap untuk memulai segala hal lagi, berpikir sesuatu yang berbeda, dan berpikir dengan ide yang segar.”
Memiliki keberanian
Menjadi berani dengan bisnisnya dan berpikir jauh di luar kotak merupakan satu-satunya cara untuk dapat bertahan. Tapi untuk dapat melakukan hal demikian membutuhkan resiko yang besar pula.
        “Saya selalu mencari cara untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda,” kata Clarck. “Tahun demi tahun yang lalu saya bertanya: ‘Kenapa satu-satunya tempat untuk membeli musik adalah gudang atau menara?’ Atau, ‘Kenapa musik hanya di mainkan di radio? Kenapa tidak bisa didengar di tempat yang lain?’ Saya memikirkan konsep tersebut sebelum orang-orang mewujudkannya sekarang.”
Menjadi game-changer
        Karena Clarck memiliki pengalaman dalam bidang brand dari karirnya di bidang iklan dan film, ia mampu mengubah permainan dari industrinya.
        “Saya berbahaya,” kata Clark. “Saya hendak menghubungkan pelanggan dengan brand melalui musik, dan menggunakan kekuatan emosional dari musik. Saya menciptakan sebuah frase: ‘Tidak ada cara yang lebih baik untuk menciptakan loyalitas selain melalui emosi.’ Kami mendekati brand melalui sisi pemasaran. Kami tidak memiliki agenda untuk mencoba menjual Anda; kami hanya mencoba menjual brand Anda dengan membuat DNA suara dan sekarang jejak musik ada di mana-mana: online, toko-toko,konser, permainan… itu bisa menyentuh Anda di tempat yang dapat terdengar.
Memiliki strategi
        “Saya tidak pernah khawatir tentang masa depan dari radio, atau apa radio tidak akan dipakai lagi karena saya memiliki semua dependensi yang saya petakan,” kata Clarck. “Strategi yang dilakukan saya dan perusahaan saya tidak pernah bergantung pada salah satu cara untuk melakukan sesuatu. Saat saya bertemu seniman baru saya akan menemukan cara baru untuk mendengarkan mereka. Maka Anda mulai dapat memprediksi apa yang akan terjadi dalam industri Anda.”
Memoderenisasi pendekatan feminis
        Tahun 80-an telah berakhir, sehingga ada pertempuran yang telah dimenangkan dan tantangan baru untuk ditaklukkan.
        “Ini bukan tentang kami para wanita mengangkat senjata dan berkata ‘Saya adalah seorang wanita, dengarkan auman saya lagi,’ kata Clarck. “Malah pembicaraan seperti itu tidak boleh terdengar lagi. Saya tidak menemukan hal-hal berbau jenis kelamin seperti itu lagi. Begitu banyak bisnis yang terjadi saat makan malam, di lapangan golf, dan melalui hubungan yang baik. Jadi penting bagi wanita untuk memiliki hubungan-hubungan itu dan membangun hubungan tersebut dengan para wanita lain di belahan bumi lainnya.”
Berteman dengan CEO dan pengusaha lain
        Carilah wanita lain yang dapat Anda dapat menyesuaikan diri dengannya, entah mereka berhubungan dengan bisnis Anda maupun tidak. Mereka dapat menjadi mentor Anda atau Anda dapat menjadi mentor mereka.
        “Ini cara terbaik bagi saya untuk memperluas jaringan dan memberikan saya kepercayaan diri karena dari sudut pandang pria jika Anda tidak menghormati diri Anda, maka Anda tidak akan diperlakukan dengan hormat oleh orang lain,” kata Clark. “Ini tentang bagaimana Anda bersikap apa adanya dan nyata. Membangun kelompok dari sesama CEO dari beberapa perusahaan dapat sangat berpengaruh.”
Jangan menyamakan bersikap baik dengan bersikap lemah
        Untuk waktu yang lama sudah jelas digambarkan bahwa seorang wanita yang berkuasa harus menjadi wanita yang juga ganas. Kenyataannya adalah bahwa menjadi seseorang yang jujur, loyal dan sebagainya, sesungguhnya adalah orang-orang yang kuat, dan pastinya bukan orang yang lemah.
        “Untuk bisa berada di atas dan bersikap baik bukanlah sebuah kelemahan,” kata Clark. “Orang-orang berpikir bahwa bersikap baik adalah sebuah kelemahan dan itu salah. Selama orang-orang dapat mengetahui sikap Anda dalam pekerjaan, maka mereka tahu Anda bersikap serius dan Anda bebas untuk menjadi seseorang yang bebas dan bukan lagi boss di tempat lain.”
Mencari perubahan dimana itu masih dibutuhkan
       “Pengusaha wanita masih tidak diberikan porsi saham yang sebanding terkait investasi” kata Clark. “Masih ada kekurangan dari pendanaan dari VCs. Hal ini masih sangat tidak merata di sini bagi wanita.” Satu solusi yang disarankan oleh Clark adalah bekerja sama dengan pemodal ventura wanita yang secara khusus memberikan pendanaan bagi pengusaha wanita.
Bertanggung jawab
        Nikmatilah berada di puncak dan bersikaplah percaya diri dengan itu. Clark memiliki 51 persen dari saham BMI Music dan partnernya memiliki 40 persen.
        “Saya tidak bisa melakukannya dengan cara lain,” kata Clark. “Kami tidak memiliki masalah apapun atas perebutan kekuasaan, atau dominasi ketika Anda memilih partner Anda dengan bijaksana dan menempatkan semuanya secara tertulis.
Memiliki support system yang baik
Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mempercayai Anda dan merupakan fans terbesar Anda.
        “Anda membutuhkan orang-orang luar yang melihat apakah peternakan Anda sedang terbakar dan tidak takut untuk memberitahukan kepada Anda untuk mematikan apinya atau biarkan saja apinya terus menyala,” kata Clarkc. “Orang-orang  yang melihat dari luar dan yang benar-benar mengetahui diri Anda tahu bagaimana caranya membantu Anda mengubah sesuatu dan membuat segala sesuatu bekerja lebih baik.”

18 Tips Sukses untuk Pengusaha dari Richard Branson

Richard Branson medirikan Virgin pada tahun 1970 saat berumur 20 tahun, dan tidak pernah melihat ke belakang lagi.
Dia adalah satu-satunya entrepreneur yang sudah membangun delapan perusahaan berbeda bernilai milyaran dolar dalam delapan industri berbeda, dan dia melakukan semua itu tanpa latar belakang pendidikan bisnis.
“Saya selalu penasaran dengan apa yang akan terjadi pada hidup dan karir saya sekarang jika saya mengejar pendidikan cukup lama untuk mempelajari apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam bisnis.” Seperti yang ditulisnya dalam buku barunya, Like a Virgin: Secrets They Won’t Teach You at Business School.
Kami sudah merangkum beberapa tips terbaik dari bukunya di sini.
Jangan lakukan jika Anda tidak menyukainya.
Menjalankan sebuah bisnis memerlukan banyak darah, keringat, air mata, (serta kafein). Tapi pada akhirnya, Anda sudah membangun sesuatu yang bisa Anda banggakan.
Branson berkata, “Saat saya memulai Virgin dari sebuah basement di London barat, tidak ada rencana atau strategi yang hebat. Saya tidak bertujuan untuk membangun kerajaan bisnis. Untuk saya, membangun sebuah bisnis adalah melakukan sesuatu yang bisa dibanggakan, mengumpulkan orang-orang hebat dan menciptakan sesuatu yang akan benar-benar membuat perubahan dalam hidup orang lain.”
Jadilah seorang yang narsis dan sering terlihat.

Branson menerima beberapa nasehat saat membangun Virgin Airlines dari Sir Freddie Laker, seorang raja di British Airline.
“Pastikan Anda muncul di halaman pertama dan bukan halaman belakang,” kata Laker. “Anda harus pergi keluar sana dan menjual diri sendiri. Bersikaplah konyol, atau apapun yang diperlukan. Jika tidak, Anda tidak akan bertahan.”
Branson selalu berkelana dan bertemu dengan sebanyak mungkin orang. Hal ini yang dia klaim bisa memberikan beberapa ide dan usulan terbaik untuk bisnisnya.
Pilih nama Anda dengan bijak.

Nama dan brand yang unik yang digunakan Virgin adalah salah satu hal yang mensukseskan perusahaan tersebut. Branson memastikan nama ‘Virgin’ merepresentasikan sebuah value (nilai tambah), pelayanan lebih, dan pendekatan yang fresh dan ‘sexy’.
Branson berkata bahwa dia sering ditanyai tentang asal usul nama Virgin. “Satu malam, saya sedang mengobrol dengan sekumpulan gadis berumur 16 tahun, kami membicarakan nama untuk sebuah toko piringan hitam,” katanya “Banyak ide yang muncul, dan karena kami semua masih hijau dalam dunia bisnis, seseorang mengusulkan nama Virgin. Terdengar fresh dan beresiko, lalu karena kami pikir bisa mengundang perhatian, kami menggunakan nama itu.”
Anda tidak bisa menjalankan bisnis tanpa mengambil resiko.
Salah satu ajaran yang dia sukai tentang resiko bisnis: “Orang yang berani mungkin tidak akan hidup selamanya, tapi orang yang hati-hati tidak hidup sama sekali!”
Setiap bisnis memiliki resiko. Bersiaplah untuk dijatuhkan, tapi kesuksesan jarang datang jika Anda bermain aman. Anda mungkin gagal, tapi Branson berani berkata bahwa “tidak ada yang namanya kegagalan total.”
Kesan pertama adalah segalanya. Begitu juga dengan yang kedua.
Kesan pertama yang Anda buat di hadapan pelanggan kemungkinan adalah saat Anda mendapatkan mereka. Kesan pertama sangatlah penting, kata Branson, tapi yang kedua juga sama pentingnya.
Saat kedua kali seorang pelanggan menghubungi Virgin, pastilah karena dia memiliki masalah dengan produk atau jasa yang dimilikinya. Cara Anda mempresentasikan diri dan brand Anda dalam situasi ini berpengaruh besar pada cara brand Anda mempertahankan relasi pelanggan yang bagus dan menghadapi hambatan.
Kesempurnaan tidak bisa dicapai.
“Ada masalah besar saat seseorang merasa sudah menyempurnakan sesuatu,” kata Branson. “Saat mereka percaya bahwa mereka ‘berhasil’, kebanyakan orang akan cenderung duduk tenang saat orang lain berusaha keras untuk memperbaiki kinerja.”
Untuk alasan ini, Brandson tidak pernah memberikan nilai 100 pada hasil kerja siapapun. Dia percaya bahwa sebagus apapun sesuatu, pasti masih ada ruang untuk perkembangan.
Pelanggan selalu benar, atau setidaknya sebagian besarnya.
Pelanggan selalu benar, kecuali mereka salah. Mereka juga manusia tentunya. Opini pelanggan Anda adalah sesuatu yang penting, tapi Anda “tidak boleh membangun sistem pelayanan pelanggan atas dasar pikiran bahwa organisasi Anda tidak akan pernah mempertanyakan semua yang dikatakan klien.” Kata Branson.
Branson memperingatkan bahwa banyak entrepreneur yang berpikir bahwa saat mereka membuat customer service dengan prinsip “pelanggan selalu benar” maka bisnis mereka akan berkembang. Hal ini hanya kadang-kadang benar. Berhati-hatilah agar tidak merusak hubungan dengan klien atau staff karena aturan pelayanan pelanggan Anda.
Tetapkan brand Anda.

Saat ingin menetapkan brand Anda, Branson menasehati para entrepreneur agar melakukan hal sebaliknya dari apa yang dia lakukan dengan Virgin, di mana Virgin melakukan ekspansi ke segala arah. Memang benar bahwa Virgin berkembang ke dalam berbagai industri, Branson menyatakan bahwa sebenarnya perusahaanya berfokus pada satu hal: “Menemukan cara baru untuk membantu orang-orang mendapatkan hidup yang baik.”
Tetaplah berpegang pada hal yang Anda kuasai. Sedikit berjanji dan berikan lebih dari yang Anda janjikan. Karena jika Anda tidak menetapkan brand Anda, maka kompetitor Anda yang akan melakukannya.
Eksplorasi daerah yang belum dipetakan.
Branson membandingkan eksplorasi wilayah baru dalam bisnis dengan mengeksplorasi wilayah baru dalam sains dan geografi.
“Kami akan menemukan spesies baru dan lebih mengerti daerah-daerah yang dalam,” kata Branson.
Terjemahan dalam bahasa bisnis: Masih ada banyak hal diluar sana yang belum ditemukan, diketahui, dan dicapai. Mengeksplorasi daerah kecil dan asing bisa menciptakan ide dan inovasi baru.
Berhati-hatilah dengan lingkungan “kita vs mereka.”
Sebuah tempat kerja harusnya merupakan tempat bos dan karyawannya berkomunikasi dengan baik dan bekerjasama menuju tujuan yang sama. “Jika pekerja tidak mengasosiasikan diri mereka dengan perusahaan dengan kata ‘kita’, itu adalah tanda bahwa orang-orang dalam birokrasi perusahaan Anda tidak saling berkomunikasi,” kata Branson.
Jika Anda pikir bahwa ada rasa tegang antara karyawan dan managemen perusahaan, Branson menyarankan untuk mengecek managemen level tengah terlebih dahulu untuk mengetahui pokok masalahnya dan menyelesaikannya secara langsung.
Buatlah zona nyaman untuk perusahan Anda.
Karyawan harus merasa bebas dan terdorong untuk mengekspresikan diri mereka sendiri tanpa hambatan sehingga mereka bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik, serta membuat keputusan yang bagus dan berpengaruh.
Mungkin terdengar sangat umum, tapi memang harus saya katakan lagi, “Diperlukan tenaga kerja yang merasa terlibat dalam perusahaan, termotivasi, dan berkomitmen untuk menghasilkan produk atau jasa terbaik dan membangun perusahaan yang sukses dan bertahan lama.”
Tidak semua orang cocok menjadi CEO.

Seorang manager haruslah seseorang yang bisa mengeluarkan hal terbaik dari orang lain, seseorang yang berkomunikasi dengan baik dan bisa membantu seorang karyawan belajar dari kesalahan daripada sekedar mengkritik.
Tidak semua orang melakuan hal ini dengan benar, dan itu wajar. Si pendiri bisa menjadi seorang CEO, tapi tidak harus, jika tidak cocok, dia harus mengetahui kapan peran itu lebih cocok dijalankan orang lain.
Carilah pendapat kedua dari orang lain, serta pendapat dari orang ketiga.
Branson berkata bahwa Anda harus belajar menjadi seorang pendengar yang baik agar bisa sukses, dan artinya menceritakan ide Anda pada banyak orang sebelum akhirnya menentukan bahwa harus menjalankan atau meninggalkannya.
Artinya Anda melewati proses panjang sebelum menjalankan ide apapun. Dalam bisnis, mencari variasi pendapat bisa menghemat banyak waktu dan uang Anda, jangan ceritakan pendapat orang lain sebelum mereka mengatakan pendapat mereka. Pada akhirnya Anda harus memutuskan nasehat mana yang paling bagus untuk dijalankan untuk mencari solusi terbaik.
Putuskan hubungan tanpa menghancurkannya selamanya.
Menjalankan bisnis dengan orang lain, baik teman maupun partner, tidak selalu berjalan baik. Jika ini yang terjadi, entrepreneur sukses mengetahui kapan harus berpisah jalan.
Tapi hanya karena Anda memutuskan untuk berjalan ke arah lain, tidak berarti bahwa hubungan itu harus berakhir buruk, terutama dengan teman, jelas Branson. Selesaikan masalah apapun secepatnya dan secara langsung, dan selesaikan hubungan Anda sedamai mungkin.
Angkatlah panggilan telepon Anda.
Sangat baik jika Anda bisa memanfaatkan teknologi, tapi jangan mengirim sms atau email saat Anda seharusnya menelepon. “Kualitas dari komunikasi bisnis makin buruk pada tahun-tahun belakangan ini karena orang-orang menghindari panggilan telepon dan tatap muka secara langsung, saya hanya bisa berasumsi bahwa semua itu demi efisiensi yang salah arah.” Kata Branson.
Masalah lebih sulit diselesaikan melalui sms atau email, dan “membiarkan sebuah masalah bertambah besar bukanlah sesuatu yang efisien,” kata Branson, apalagi jika masalah tersebut bisa dengan cepat diselesaikan melalui sebuah panggilan telepon.
Perubahan tidak perlu ditakuti, tapi harus diatur.
“Perusahaan-perusahaan tidak kebal terhadap masa depan,” kata Branson, dan tidak ada yang bisa bertahan selamanya. Seorang entrepreneur harus siap untuk beradaptasi, dan menghindari bersikap nostalgic terhadap perusahaan itu sendiri.
“Kadang Anda harus membawa perusahaan Anda ke arah yang baru karena keadaan dan kesempatan sudah berubah.” Jika ini terjadi, Branson menyarankan Anda untuk menemukan cara untuk menginspirasi semua karyawan agar berpikir seperti entrepreneur, sehingga semakin banya tanggung jawab yang Anda berikan, mereka berkerja makin baik.
Saat melakukan kesalahan, bangkitlah kembali, jangan jatuh selamanya.
Keputusan Anda tidak akan selalu menjadi yang paling tepat. Setiap orang pasti melakukan kesalahan, tapi hal terbaik yang bisa Anda lakukan di hadapan sebuah masalah adalah menanggulanginya.
Kejujuran bukan cara yang terbaik, tapi itulah satu-satunya cara yang ada menurut Branson. Saat sebuah masalah sudah dilakukan, jangan biarkan diri Anda dimakan habis olehnya. Hadapi masalah itu dan mulailah mengambil tindakan untuk menyelesaikannya.
Jadilah seorang pemimpin, bukan seorang bos.
Branson melihat image klasik seorang boss sebagai sesuatu yang tidak tepat. Bersikap bossy bukanlah sifat yang diperlukan oleh seorang manager, katanya. Seorang bos hanya menyuruh, sedangkan seorang pemimpin mengatur.
“Mungkin karena itulah, merupakan hal aneh bahwa saya akan marah saat seseorang berkata, ‘Baik, terserah, Anda bosnya!’” kata Branson. “Yang membuat saya kesal adalah dalam 90 persen kasus tersebut, yang dikatakan orang itu adalah ‘Baik, saya tidak setuju, tapi akan saya lakukan karena Anda menyuruhnya. Tapi jika tidak berjalan maka saya yang akan pertama mengingatkan Anda bahwa ini bukanlah ide saya.’”
Seorang pemimpin perusahaan yang baik tidak hanya menjalankan idenya sendiri, tapi juga menginspirasi yang lain untuk mengemukakan ide mereka.

Dropbox: Sebuah Kisah Tentang Startup Teknologi yang Paling Hot

Ini adalah salah satu cerita tentang Steve Jobs, sebuah cerita yang tidak pernah diceritakan, tentang sebuah perusahaan yang berhasil “pergi begitu saja” dari cengkeramannya. Jobs sudah mengikuti pergerakan seorang developer software bernama Drew Houston, yang berhasil mengutak-atik sistem file Apple sehingga logo startup miliknya, sebuah kotak yang sedang terbuka, muncul dengan elegan didalamnya. Sesuatu yang bahkan tidak bisa dilakukan oleh tim SWAT Apple.
Pada bulan Desember tahun 2009, Jobs mengajak Houston dan partnernya Arash Ferdowsi untuk bertemu di kantornya. “Bagaimana Anda melakukan hal seperti itu?” kata Houston. Saat Houston mengeluarkan laptopnya untuk melakukan demo, Jobs yang mengenakan celana jeans dan leher tingginya, berkata “Saya tahu apa yang Anda lakukan.”
Apa yang dilakukan Houston adalah Dropbox, sebuah jasa penyimpanan data digital yang memiliki 50 juta user, dan terus bertambah setiap detiknya. Jobs tentunya melihat hal ini sebagai aset strategis untuk Appel. Tapi, Houston memotong kata-kata Jobs dengan berkata bahwa dia sudah memutuskan untuk membuat sebuah perusahaan besar, dan tidak akan menjualnya, siapapun status penawarnya(Houston menganggap Jobs idolanya), atau seberapa besarnya penawarannya (waktu itu dia dan Ferdowsi datang ke pertemuan tersebut dengan mengendarai Zipcar Prius).
Dropbox adalah sebuah fitur, bukan sebuah produk – Steve Jobs
Lalu Jobs tersenyum hangat dan mengatakan bahwa dia akan menargetkan pasar yang sama dengan mereka. “Dia mengatakan bahwa kami merupakan sebuah fitur, bukan sebuah produk,” kata Houston. Dengan sopan, Jobs menghabiskan setengah jam selanjutnya untuk bercerita tentang kembalinya dia ke Apple, dan tentang alasan tidak boleh mempercayai investor, seiring keduanya, terutama Houston, menghujaninya dengan pertanyaan-pertanyaan.
Saat Jobs selanjutnya menawarkan untuk mengadakan pertemuan di kantor Dropbox di San Fransisco, Houston menawarkan agar mereka lebih baik bertemu di Silicon Valley. “Kenapa harus membiarkan musuh kita mencobanya?” kata Houston sambil mengangkat bahu. Malahan, Jobs tidak mengungkit masalah ini lagi, kemudian saat Jobs muncul di depan publik saat presentasi terakhirnya, saat dia meluncurkan iCloud, dan secara spesifik ‘menghajar’ Dropbox, dalam usahanya menyelesaikan dilemma terbesar Internet: Bagaimana cara Anda menempatkan semua file dari semua device Anda kedalam satu tempat?
Houston sangat terkejut melihat hal tersebut. Hari berikutnya di berkata pada staffnya: “Kita memiliki salah satu perusahaan yang berkembang paling cepat di dunia.” Lalu dia membuat daftar ‘meteor’ yang jatuh ke bumi (berarti perusahaan besar hebat yang tiba-tiba mengalami kejatuhan): MySpace, Netscape, Palm, dan Yahoo.
Perkembangan Dropbox juga hampir sama mengejutkannya. Jumlah user sebanyak 50 juta adalah hasil peningkatan sebanyak tiga kali lipat dari tahun lalu, dan sudah menyelesaikan masalah ‘freemium’, dengan penghasilan sebesar 240 juta dolar pada tahun 2011 walaupun 96% penggunanya tidak membayar apapun. Dengan hanya 70  orang staff, sebagian besarnya adalah developer, Dropbox memiliki penghasilan rata-rata per pekerja lebih banyak tiga kali lipat daripada bisnis serupa, Google. Houston mengatakan bahwa Dropbox sudah bisa menghasilkan keuntungan, tapi menolak menyebutkan range keuntungannya.
Hal ini tentunya makin membaik. Ke-96% pengguna yang tidak membayar memasukkan data mereka ke Dropbox dengan sangat cepat, terhitung ribuan orang menggunakan 2 gigabyte kapasitas penyimpanan dan mengupgrade kapasitasnya ke 50 giga (dengan harga $10 per bulan) atau 100 giga (dengan harga $20 per bulan). Walaupun Houston tidak memiliki pelanggan baru selama tahun 2012, penjualannya tetap akan meningkat dua kali lipat. Selagi kita menghitung ini, Houston berkata, “Tapi tentunya kami akan mendapat banyak sekali pelanggan baru.”
Dropbox sudah menjelma menjadi sebuah kata kerja dalam satu tahun terakhir (“Dropbox saja kepada saya” atau “Dropbox me”), dan Silicon Valley juga sudah memperhatikan hal ini. Saat mencapai tahun 2008, Houston sudah menghasilkan 7.2 juta dolar, jumlah dana yang cukup, bersama dengan bisnis model yang kuat, untuk membawanya menjadi seperti sekarang. Bulan Agustus kemarin, Houston memutuskan untuk mengundang tujuh firma usaha elit dari Silicon ke penginapan Dropbox di San Fransisco selama 4 hari, dan meminta penawaran mereka pada hari selasa selanjutnya.
Hanya satu yang kembali padanya dengan cepat. Satu malam sebelum penawaran tersebut berakhir, kepala pengembangan bisnis Dropbox, menyarankan pada Houston untuk menunda atau memperpanjang penawaran itu. Houston menjawabnya dengan “Kita bilang penawaran tersebut berakhir hari Selasa. Sekarang belum hari Selasa.”
Dengan keyakinan seperti itu, pada pagi hari berikutnya, semua firma tersebut kembali dengan antusias. Houston lalu membuat kesepakatan yang dilakukan pada akhir September, yang memasukkan Index Ventures sebagai lead, Sequoia, Greylock, Benchmark, Accel, Goldman Sachs dan RIT Capital Partners.
Tak lama kemudian, Dropbox yang baru berumur lima tahun berhasil raise fund dari investor sebesar 250 juta dolar dengan penaksiran/penilaian sebesar 4 milyar dolar. “Ini adalah perusahaan yang Hot,” kata salah satu investor yang tidak dapat bagian. “Semua orang ingin menjadi bagian dari perusahaan ini.” Houston memiliki 15% sahamnya, di atas kertas bernilai 600 juta dolar.
Ini adalah salah satu cerita tentang Steve Jobs, sebuah cerita yang tidak pernah diceritakan, tentang sebuah perusahaan yang berhasil “pergi begitu saja” dari cengkeramannya. Jobs sudah mengikuti pergerakan seorang developer software bernama Drew Houston, yang berhasil mengutak-atik sistem file Apple sehingga logo startup miliknya, sebuah kotak yang sedang terbuka, muncul dengan elegan didalamnya. Sesuatu yang bahkan tidak bisa dilakukan oleh tim SWAT Apple.
Pada bulan Desember tahun 2009, Jobs mengajak Houston dan partnernya Arash Ferdowsi untuk bertemu di kantornya. “Bagaimana Anda melakukan hal seperti itu?” kata Houston. Saat Houston mengeluarkan laptopnya untuk melakukan demo, Jobs yang mengenakan celana jeans dan leher tingginya, berkata “Saya tahu apa yang Anda lakukan.”
Apa yang dilakukan Houston adalah Dropbox, sebuah jasa penyimpanan data digital yang memiliki 50 juta user, dan terus bertambah setiap detiknya. Jobs tentunya melihat hal ini sebagai aset strategis untuk Appel. Tapi, Houston memotong kata-kata Jobs dengan berkata bahwa dia sudah memutuskan untuk membuat sebuah perusahaan besar, dan tidak akan menjualnya, siapapun status penawarnya(Houston menganggap Jobs idolanya), atau seberapa besarnya penawarannya (waktu itu dia dan Ferdowsi datang ke pertemuan tersebut dengan mengendarai Zipcar Prius).
Dropbox adalah sebuah fitur, bukan sebuah produk – Steve Jobs
Lalu Jobs tersenyum hangat dan mengatakan bahwa dia akan menargetkan pasar yang sama dengan mereka. “Dia mengatakan bahwa kami merupakan sebuah fitur, bukan sebuah produk,” kata Houston. Dengan sopan, Jobs menghabiskan setengah jam selanjutnya untuk bercerita tentang kembalinya dia ke Apple, dan tentang alasan tidak boleh mempercayai investor, seiring keduanya, terutama Houston, menghujaninya dengan pertanyaan-pertanyaan.
Saat Jobs selanjutnya menawarkan untuk mengadakan pertemuan di kantor Dropbox di San Fransisco, Houston menawarkan agar mereka lebih baik bertemu di Silicon Valley. “Kenapa harus membiarkan musuh kita mencobanya?” kata Houston sambil mengangkat bahu. Malahan, Jobs tidak mengungkit masalah ini lagi, kemudian saat Jobs muncul di depan publik saat presentasi terakhirnya, saat dia meluncurkan iCloud, dan secara spesifik ‘menghajar’ Dropbox, dalam usahanya menyelesaikan dilemma terbesar Internet: Bagaimana cara Anda menempatkan semua file dari semua device Anda kedalam satu tempat?
Houston sangat terkejut melihat hal tersebut. Hari berikutnya di berkata pada staffnya: “Kita memiliki salah satu perusahaan yang berkembang paling cepat di dunia.” Lalu dia membuat daftar ‘meteor’ yang jatuh ke bumi (berarti perusahaan besar hebat yang tiba-tiba mengalami kejatuhan): MySpace, Netscape, Palm, dan Yahoo.
Perkembangan Dropbox juga hampir sama mengejutkannya. Jumlah user sebanyak 50 juta adalah hasil peningkatan sebanyak tiga kali lipat dari tahun lalu, dan sudah menyelesaikan masalah ‘freemium’, dengan penghasilan sebesar 240 juta dolar pada tahun 2011 walaupun 96% penggunanya tidak membayar apapun. Dengan hanya 70  orang staff, sebagian besarnya adalah developer, Dropbox memiliki penghasilan rata-rata per pekerja lebih banyak tiga kali lipat daripada bisnis serupa, Google. Houston mengatakan bahwa Dropbox sudah bisa menghasilkan keuntungan, tapi menolak menyebutkan range keuntungannya.
Hal ini tentunya makin membaik. Ke-96% pengguna yang tidak membayar memasukkan data mereka ke Dropbox dengan sangat cepat, terhitung ribuan orang menggunakan 2 gigabyte kapasitas penyimpanan dan mengupgrade kapasitasnya ke 50 giga (dengan harga $10 per bulan) atau 100 giga (dengan harga $20 per bulan). Walaupun Houston tidak memiliki pelanggan baru selama tahun 2012, penjualannya tetap akan meningkat dua kali lipat. Selagi kita menghitung ini, Houston berkata, “Tapi tentunya kami akan mendapat banyak sekali pelanggan baru.”
Dropbox sudah menjelma menjadi sebuah kata kerja dalam satu tahun terakhir (“Dropbox saja kepada saya” atau “Dropbox me”), dan Silicon Valley juga sudah memperhatikan hal ini. Saat mencapai tahun 2008, Houston sudah menghasilkan 7.2 juta dolar, jumlah dana yang cukup, bersama dengan bisnis model yang kuat, untuk membawanya menjadi seperti sekarang. Bulan Agustus kemarin, Houston memutuskan untuk mengundang tujuh firma usaha elit dari Silicon ke penginapan Dropbox di San Fransisco selama 4 hari, dan meminta penawaran mereka pada hari selasa selanjutnya.
Hanya satu yang kembali padanya dengan cepat. Satu malam sebelum penawaran tersebut berakhir, kepala pengembangan bisnis Dropbox, menyarankan pada Houston untuk menunda atau memperpanjang penawaran itu. Houston menjawabnya dengan “Kita bilang penawaran tersebut berakhir hari Selasa. Sekarang belum hari Selasa.”
Dengan keyakinan seperti itu, pada pagi hari berikutnya, semua firma tersebut kembali dengan antusias. Houston lalu membuat kesepakatan yang dilakukan pada akhir September, yang memasukkan Index Ventures sebagai lead, Sequoia, Greylock, Benchmark, Accel, Goldman Sachs dan RIT Capital Partners.
Tak lama kemudian, Dropbox yang baru berumur lima tahun berhasil raise fund dari investor sebesar 250 juta dolar dengan penaksiran/penilaian sebesar 4 milyar dolar. “Ini adalah perusahaan yang Hot,” kata salah satu investor yang tidak dapat bagian. “Semua orang ingin menjadi bagian dari perusahaan ini.” Houston memiliki 15% sahamnya, di atas kertas bernilai 600 juta dolar.
Suatu tengah malam sebelum Senin, Houston mengubah sebuah bar di San Franscisco’s W Hotel, menjadi sebuah “pesta persaudaraan”. Yang pertama tiba adalah Adam Smith, yang merupakan seorang rekan di Massachusetts Institute of Technology sebelum mengundurkan diri untuk memulai perusahaan pencarian email, Xobni. Lalu datanglah Chris, Jason dan Joe (yang memiliki tato Dropbox di lengannya kerena merasa bahwa Drew sedang mengubah dunia), lalu lebih banyak saudaranya dari MIT, mereka yang memiliki mimpi yang mereka sebut “Billionaires, Bottles, and Babes.” Dengan seorang kekasih di gandengan mereka, Smith dan Houston meminum Pinot dan mengenang musim panas yang mereka habiskan untuk melakukan coding dengan menggunakan boxer karena A/C mereka rusak. “Hari-hari itu sudah lewat,” kata Houston sambil tersenyum dan merangkul Smith. “Hanya saya dan code. Tidak ada kegiatan merekrut dan memecat seperti sekarang.”
Houston dengan jelas memiliki kekuatan tersendiri saat berada di grup ini – dia bahkan menciptakan lagi pengalaman kehidupannya di San Fransisco, dipindahkan ke sebuah bangunan tempat Smith dan sepuluh entrepreneur lainnya berada. Jika keluar dari universitas merupakan titik balik bagi Bill Gates, Michael Dell, dan Mark Zuckerberg, maka tetap bertahan didalamnya juga sama besar pengaruhnya untuk Houston, terutama pengalamannya bersama saudara-saudaranya.
Sifatnya tentang “just-me-and-my-code”, ternyata sudah tertulis dalam DNA-nya. Ayahnya adalah insinyur kelistrikan dari Harvard, dan Ibunya adalah seorang penjaga perpustakaan di masa SMA. Bertumbuh di pinggiran kota Boston, dia sudah mulai mencoba mengerjakan sesuatu dengan IBM PC Junior di umur lima tahun. Ibunya, yang dengan tepat menebak bahwa dia akan menjadi maniak koding,  membuat Houston belajar bahasa Perancis, pergi bersama teman-temannya, dan menolak saat dia meminta untuk loncat kelas. Selama musim panas di New Hampshire, ibunya membawa pergi komputernya, bahkan saat Houston mengeluh karena bosan di daerah hutan. “Dia sangat ingin membuat saya normal seperti anak lain, dan saya mengapresiasinya sekarang.”
Saya ingin menjalankan sebuah perusahaan computer
Pada saat berumur 14 tahun, Houston mendaftar pada beta testing untuk sebuah online game, dan mulai menunjukkan semua celah keamanan yang ada. Mereka lalu segera merekrutnya sebagai network programmer, dengan imbalan ekuitas. Tahun itu, pada saat ada perkumpulan di sekolahnya, seorang pembicara bertanya pada mereka: “Angkat tangan jika Anda tahu Anda akan menjadi seperti apa saat dewasa.” Houston adalah satu-satunya anak yang mengangkat tangannya diantara 250 anak lainnya. “Saya ingin menjalankan sebuah perusahaan computer.” Dia sudah mulai menjalankan startupnya sepanjang masa SMA dan kuliahnya. Dropbox adalah startup keenamnya.
Di tahun pertamanya di MIT, usaha ibunya sepertinya sia-sia. Kebanyakan waktunya dihabikan untuk coding. Dia akhirnya terpengaruh oleh buku Emotional Intelligence yang ditulis oleh Daniel Goleman, tentang “Pintar tidaklah cukup” jika dia ingin menjalankan sebuah perusahaan. Maka dia menghabiskan musim panas selanjutnya untuk membaca buku bisnis. “Tidak ada orang yang terlahir sebagai CEO, tapi tidak ada yang mengatakan hal itu pada Anda,” kata Houston. “Cerita dari majalah membuat seolah Mark Zukerberg bangun pada suatu hari dan memiliki keinginan untuk mendefinisikan ulang cara dunia berkomunikasi. Tapi kenyataannya tidak begitu.” Lalu dia mendaftarkan diri ke beberapa kesibukan dan posisi di dunia sosial.
Saat Adam Smith meninggalkan rumah pada bulan September 2006 untuk memulai Xobni di San Fransisco, membuat Houston termotivasi. “Jika dia bisa melakukannya, maka saya juga bisa,” kata Houston. “Saya ingin menjalani hidup seperti yang saya impikan.”
Ide untuk melahirkan Dropbox datang tiga bulan kemudian saat sedang menaiki bus ke New York. Dia berencana untuk bekerja selama empat jam perjalanan dari Boston, tapi lupa untuk membawa USB-nya, yang ada hanya laptop dan tidak ada kode yang bisa dia selesaikan. Frustasi, dia segera membangun teknologi untuk meng-sinkronisasikan file melalui internet. Empat bulan kemudian, dia terbang ke San Fransisco untuk menjelaskan idenya kepada Paul Graham dari inkubator bernama Y Combinator.
Tapi Graham bersikeras agar dia memiliki seorang co-founder (rekan pendiri) sebelum mengirimkan proposalnya. Houston membutuhkan dua minggu untuk menemukan orang yang tepat. Seorang teman mereferensikannya kepada Ferdowsi, putra satu-satunya dari seorang pengungsi Iran, yang sedang belajar ilmu komputer di MIT. Mereka berbicara selama dua jam di Boston, dan merasa cocok di pertemuan kedua mereka. “Sudah seperti menikah,” ungkap Houston. Ferdowsi keluar dari sekolah padahal waktunya hanya tinggal enam bulan.
Dropbox mendapat 15,000 dolar dari Y Combinator, cukup untuk menyewa apartemen dan membeli sebuah Mac. Dengan keinginan untuk membuat Dropbox bekerja di setiap komputer,dia menghabiskan 20 jam dalam sehari untuk mewujudkannya.
Dropbox menyelesaikan masalah yang baru, dimana semua orang membawa satu atau dua telepon, atau mungkin sebuah tablet, tapi memiliki file yang tersebar di beberapa PC, laptop, atau gadget mobile. “Banyak peralatan yang Anda miliki makin canggih, televisi, mobil, dan artinya akan makin banyak data yang betebaran,” kata Houston. “Harus ada sebuah benang yang menghubungkan semua peralatan ini. Itulah yang kami lakukan.”
Setelah sekali mendownload aplikasi Dropbox, siapapun bisa menyimpan file apapun di ‘cloud’. Setelah file tersebut sudah berada disana, mereka bisa diakses dari device manapun dan bahkan mengajak orang untuk melihatnya juga. Update dari salah satu mesin akan otomatis muncul di tempat lain.
Berbulan-bulan kemudian, mereka berdua mempresentasikan Dropbox di event yang diadakan Y Combinator. Segera setelahnya, seorang pria datang dan berbicara pada Ferdowsi. Pejman Nozad mulai berinvestasi selama masa internet dengan cara menukarkan iklan dengan saham dalam startup, termasuk PayPal. Dalam beberapa hari dia mengajak Houston dan Ferdowsi di depan Sequoia, firma tersebut adalah firma yang membacking Google dan Yahoo, menyatakan dengan salah bahwa Dropbox sedang memiliki beberapa penawaran dari Venture Capital (padahal tidak demikian). “Pada dasarnya dia adalah ‘germo’ kami,” kata Houston.
Kotak Pizza ada di mana-mana dan selimut bertebaran di sudut ruangan
Michael Moritz, partner senior Sequoia, datang ke apartemen milik Houston dan Ferdowsi pada hari Sabtunya. “Kondisi mereka sangat suram,” kenang Moritz. Kotak Pizza ada di mana-mana dan selimut bertebaran di sudut ruangan. Dia berkata pada partnernya untuk melakukan kesepakatan tersebut, dan Dropbox mendapat funding sebesar 1.2 milyar dolar. “Saya sering melihat berbagai perusahaan yang mencoba menyelesaikan masalah semacam ini, seperti Plaxo,” kata Moritz. “Perusahaan besar akan mengejar produk ini, saya rasa. Saya percaya bahwa mereka memiliki kecerdasan dan stamina yang cukup untuk mengalahkan orang lain.”
Houston dan Ferdowsi menghabiskan setahun berikutnya untuk bekerja keras. Mereka adalah orang yang perfeksionis. Suatu kali Houston harus menginspeksi sebuah kopian Windows XP untuk Swedia karena memiliki sebuah kode khusus yang sedikit menghambat Dropbox. Ferdowsi bersama seorang desainer menghabiskan banyak waktu untuk mengatur bayangan tombol Dropbox di dalam sistem file Mac. Sedikit lebih gelap dari tombol yang ada di Apple, dan hal itu membuatnya “gila” selama berminggu-minggu. “Sayalah penjaga gerbangnya di sini, dan semuanya harus sesuai.” Jelas Ferdowsi.
Dropbox tetap ‘ramping’, sehingga memungkinkannya untuk tetap bertahan di masa krisis. Pada tahun 2008 hanya ada delapan pekerja dan 200,000 pelanggan. Dua setengah tahun berikutnya sudah ditambahkan lima orang pekerja. Tapi, jumlah pelanggan naik sepuluh kali lipat.
Houston dan Ferdowsi berpindah kantor lagi dan seringkali tertidur pada saat bekerja. Mereka menjawab setiap email untuk customer service, dan mengabaikan email dari Venture Capital mereka. Mereka bermain dengan periklanan. “Itulah yang harus Anda lakukan, pekerjakan seorang marketing, dan belilah Google AdWords,” kata Houston, “dan kami sangat parah dalam hal itu.”
Mereka harus membayar 300 dolar untuk mendapat satu pelanggan baru. Tantangan mereka adalah memasarkan sebuah produk yang menyelesaikan masalah yang tidak mereka sadari, sebuah produk yang belum mereka cari. Sejak awal Ferdowsi bersikeras agar home page Dropbox haruslah sebuah halaman sederhana dengan video ‘stick man’ yang menjelaskan apa yang dikerjakan produk ini. Tidak ada daftar fitur dan harga, melainkan sebuah cerita tentang seseorang yang kehilangan barang-barangnya saat berkelana di Afrika.
Jadi daripada beriklan, mereka mengubah pelanggan yang sedikit tapi loyal untuk menjadi salesman, dengan memberikan 250 megabyte gratis untuk setiap referensi yang mereka berikan. Seperempat dari semua pelanggan baru Dropbox datang dengan cara ini. Dalam waktu dua setengah tahun, efek ‘snowball’ ini sudah menghasilkan valuasi sebesar 4 milyar dolar.
Kesempatan yang datang kepada Drew Houston menunjukkan dirinya lagi beberapa bulan yang lalu dalam makan siang bersama seorang VC, Ron Conway, Belvedere, Calif. Selagi Houston dengan hati-hati mempresentasikan apa yang bisa dilakukan Dropbox, dia dipotong dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Steve Jobs beberapa tahun lalu: “Saya tahu, saya selalu menggunakannya.” Daripada seorang CEO teknologi, teman minumnya adalah seorang rapper bernama Will.i.am dari Black Eyed Peas, yang berkata pada Houston bahwa dia menggunakan Dropbox dalam kolaborasinya dengan produser David Gutta dalam hit-nya “I Got A Feeling.”
Banyak sekali info serupa yang masuk. Setelah seorang mahasiswa hukum kehilangan laptopnya selama ujian akhir, dia berkata seperti ini: “Tanpa Dropbox, saya akan gagal lulus dari sekolah hukum ini dan akan tinggal di bawah kolong jembatan.”
Sebuah firma desain jam, berlokasi di Venice, Itali, menggunakan Dropbox untuk membuat karya baru bersama seorang desainer di Mendoza, Argentina, file 3D yang besar bisa digunakan dengan nyaman di ‘Cloud’.
Sukarelawan di Haiti mendapat data yang up-to-date dari yang meninggal dan membagikan data tersebut dengan Miami dan kota lain. Tim olahraga professional menyimpan video permainan lawannya, sehingga bisa diakses dimanapun tim sedang berada. Pada hari Thanksgiving terakhir, bahkan Ferdowsi yang sedang menggunakan hoodie Dropbox mendapat sapaan yang ramai dari truk berisi banyak remaja dalam sebuah lokasi di Kansas, kota kediamannya. “Saat itulah saya tahu kami akan sukses,” kata Ferdowsi.
Houston percaya bahwa Dropbox akan mengantarkan cara baru dalam dunia komputer, di mana orang-orang tidak akan terikat pada data. “Data yang akan mengikuti Anda.”
Untuk melakukan hal ini, Dropbox harus mengatur volume yang besar dan kompleksitas yang tinggi-selagi membuat semua kerumitan itu tidak terlihat oleh penggunanya. Setiap hari hampir 350 juta file disimpan di Dropbox (data dalam dan yang baru disimpan), yang harus dengan lancar diantarkan dalam setiap perangkat. Houston dan koleganya sudah membuat jalur untuk 18 sistem operasi yang berbeda, empat browser dan tiga sistem operasi mobile. Bahkan untuk setiap update software yang dikeluarkan, Dropbox harus memastikannya tetap berjalan.
Pada bulan Juni, kebobolan password terjadi dan melibatkan 68 akun, menekankan resiko yang dipegang Houston karena perusahaannya memegang kunci ke data penting milik 50 juta penggunanya. “Saya tidak bisa mengungkapkan seberapa rasa bersalah saya,” tulisnya dalam email yang dikirimkan ke user yang diekspos, ditambah dengan nomor telepon personalnya. “Dropbox adalah hidup saya.”
Ada juga isu tentang kompetisi. Houston membacakan daftar yang dimilikinya: “Apple, Google, Microsoft, Amazon menghadang jalan kami, lalu ada juga IDrive, YouSendIt, Box.net, dan milyaran startup lain, bahkan email.” Walau dia percaya bahwa Dropbox akan melesat dalam waktu lima tahun, dia sangat menakuti iCloud, yang tentunya akan digunakan oleh 222 juta penggunanya yang membeli iPhone, iPods, dan iPads, dan juga Google Drive (satu milyar orang mengunjungi Google setiap bulannya, dan 190 juta orang sudah menggunakan Perangkat Android).
Jadi Houston harus melawannya dengan menggunakan sebagian besar dananya untuk ubiquity. Dia melindungi dirinya dari Google dengan kesepakatan baru dengan HTC, yang akan membuat Dropbox sebagai storage cloud yang default untuk setiap perangkat Androidnya. Kesepakatan dengan enam firma lain juga hampir selesai; PC dan televisi akan diurus selanjutnya. Houston sudah mempekerjakan sebuah tim untuk mengembangkan bisnis Dropbox. Beberapa ratus developer luar sudah membuat aplikasi untuk Dropbox.
Houston harus lebih mendelegasikan pekerjaannya. Bisnis kecilnya sekarang sudah makin besar. Dan rekan lamanya tetap menjadi CFO perusahaannya. Sebuah langkah besar bagi seorang maniak kode menjadi pengelola bisnis teknologi.
Bulan lalu Houston menghabiskan satu sore dengan Mark Zuckerberg untuk mencari cara untuk berkolaborasi. Setelah dia keluar dari kediaman Zuckerberg, Houston menyadari adanya penjaga yang ada disana sepanjang hari. “Saya tidak yakin ingin memiliki kehidupan seperti itu.” Lalu masuk kedalam Zipcar-nya dan menyetir kembali ke San Fransisco.

Tiga Resep dari Google untuk Startup Teknologi yang Sukses

Banyak produk hebat dimulai dengan pengetahuan sederhana tentang adanya suatu masalah.
Anda harus mencari masalah yang mungkin belum diidentifikasi atau dikatakan oleh pelanggan.

           Pada hari pertama hari Entrepreneur yang diadakan Google di Sydney, direktur teknik Google Australia, Alan Noble menekankan tiga isu yang harus diperhatikan para startup jika ingin sukses.

Noble berkata bahwa tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk menjadi seorang entrepreneur dan mengikuti passion mereka.
          “Menjalankan bisnis Anda tidak pernah semudah sekarang. Anda bisa memindahkan infrastruktur utama dan IT Anda ke cloud dengan cara yang tidak bisa Anda lakukan lima tahun lalu. Anda sekarang bisa fokus pada ide utamanya, sesuatu yang benar-benar membuat bisnis Anda berbeda.”
Selagi Noble menekankan bagian dimana Google bisa membantu, dia juga memberikan nasehat-nasehat yang lebih umum untuk mereka yang ingin mengetahui bagaimana cara supaya  startup mereka agar bisa berjalan.
Tiga isu yang penting untuk dilakukan dengan benar: masalah, pengguna, dan tim.

Masalah

          Dalam inti setiap startup, Noble menyatakan bahwa pasti ada masalah yang harus diselesaikan.
“Banyak produk hebat dimulai dengan pengetahuan sederhana tentang adanya suatu masalah, sesuatu yang rusak, sesuatu yang bisa dikerjakan dengan lebih baik, lebih cepat” katanya.
         Noble berkata bahwa banyak dari masalah-masalah ini yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari jika entreprenur bersikap penuh perhatian dan memiliki imajinasi.
“Jangan merasa khawatir tentang mengejar kompetisi. Carilah cara baru untuk melakukan sesuatu.”
         Noble menunjuk Gmail sebagai sebuah contoh untuk penyelesaian sebuah masalah (mengintegrasikan search ke dalam email), tapi dengan cara baru.
        “Kami tidak sekedar menambahkan sebuah search engine ke dalam sebuah layanan email. Kami bisa  berkata ‘ada aplikasi desktop yang hebat di luar sana.’ Tapi kami tidak melakukannya. Kami membayangkan sebuah produk yang benar-benar baru.”

Pengguna

        Hal nomor satu dalam daftar Google tentang “Ten things we know to be true list“, ini adalah ‘ten commandments’ perusahaan, untuk berfokus pada pengguna (user) dengan kepercayaan bahwa yang lain akan otomatis mengikuti. Noble membahas hal ini dengan bekata bahwa pengguna merupakan sumber hebat untuk menemukan masalah untuk diselesaikan, serta menghasilkan ide-ide, tapi entrepreneur masa depan harus melihat jauh lebih depan dari apa yang dikatakan pengguna, jika mereka ingin sukses.
“Fokus pada user tidak berarti secara buta mengikuti apa yang mereka katakan pada Anda,” katanya.
        “Yang harus Anda lakukan adalah: Anda harus mencari masalah yang mungkin belum diidentifikasi atau dikatakan oleh pelanggan. Beberapa ide paling inovatif dalam sebuah startup adalah produk yang tidak pernah disangka orang lain.”
        “Siapa yang meminta sebuah telepon yang bisa mengakses internet dan memainkan musik? Siapa yang meminta untuk menyimpan koleksi musik mereka di cloud? Atau siapa yang pernah meminta sebuah tablet PC?”
        Noble berkata, dalam beberapa kasus, ide yang paling inovatif yang dimanfaatkan orang-orang pada hari ini bukanlah hasil dari kesadaran user bahwa mereka membutuhkannya.
        Noble juga berkata bahwa pengguna adalah cara yang hebat untuk menguji dan memperbaiki sebuah produk, bahkan saat sebuah startup baru akan mencari pelanggan. Dia berkata bahwa pelanggan memiliki peran untuk dijalankan saat membuat prototip dan mendapat feedback dari pelanggan potensial, agar bisa mendapat perhatian dan menambah user experience.
        Untuk startup-startup yang sudah memiliki pelanggan, Noble menyatakan bahwa memberi perhatian pada kebutuhan pelanggan akan menciptakan pengguna yang lebih bahagia, yang tentunya memiliki keuntungan lain.
“Pengguna yang bahagia adalah marketing terhebat yang bisa Anda impikan,” katanya.
        “Kita tidak bisa selalu melakukannya dengan benar. Kadang, kita melakukan sesuatu yang tidak disukai penggunna, tapi tujuan kita adalah selalu berfokus pada pengguna, dan Anda harus fokus pada pengguna (user) juga.”

Tim

        Noble berkata bahwa startup memiliki keuntungan alami yang “hampir tidak adil” terhadap korporasi, karena budaya inovatif yang berusaha mereka ciptakan, dan tipe orang yang tertarik oleh lingkungannya.
        “Anda membutuhkan orang. Tapi tidak bisa sembarangan, hanya orang-orang yang memilikipassion. Anda harus menciptakan budaya inovasi, dan cara terbaik untuk melakukannya adalah membiarkan orang-orang mengikuti passion mereka.”
        Hal ini sulit dilakukan dalam perusahaan yang rumit dan besar, dan biasanya direkomendasikan pada para startup untuk menggunakan struktur organisasi flat dan transparan. Hal ini akan memberikan kebebasan pada karyawan untuk mengikuti passion mereka.
       “Terbukalah dalam hal informasi,” katanya. “Di Google, pekerja intern yang paling muda, yang hanya akan bersama perusahaan selama musim panas, memiliki akses terhadap informasi yang sama seperti kebanyakan ilmuwan senior, yang sudah ada dalam perusahaan selama 10 tahun.”
        Dia juga menyarankan, masalah apapun yang dicoba untuk diselesaikan sebuah startup, harus dipecah menjadi bagian-bagian kecil, sehingga bisa diselesaikan oleh tim kecil yang berisi tiga sampai empat orang insinyur.
        “Tim yang kecil dan struktur organisasi yang flat berarti Anda bisa menggabungkan dan berbagi ide dengan sangat mudah, dan Anda bisa beradaptasi dengan cepat terhadap tantangan dan kesempatan.”

Bagaimana jika Anda gagal?

        Noble juga menyebutkan ketakutan paling umum yang menghalangi entrpreneur dari eksperimen mereka terhadap ide. Yakni takut gagal.
        “Belajarlah untuk mengenali eksperimen gagal, dan belajar darinya. Sering-seringlah bereksperimen, dan gagal secepatnya.“ kata Noble.
        “Saat Anda sedang bereksperimen dan gagal terus menerus, itu tidak disebut gagal, melainkan belajar. Jika Anda adalah sebuah startup, Anda tidak bisa tenang jika gagal terus menerus, atau gagal lebih banyak dari yang ‘diperlukan’, jadi untuk ide yang tidak berhasil, pelajari apa yang Ada bisa, ubah idenya, simpan bagian terbaiknya, dan lanjutkan lagi ke yang lain.”
Dia juga berkata bahwa entrepreneur tidak boleh takut untuk bertaruh besar.
        “Taruhan besar maksudnya ide yang besar. Bukan mengenai budget Anda,” katanya, sambil menjelaskan bahwa taruhan tersebut tidak harus merupakan situasi yang membuat Anda menang total atau kehilangan segalanya.
        “Google Wave merupakan taruhan yang besar dan walaupun pertumbuhan user tidak besar, dari sudut pandang teknologi kami belajar banyak dari Wave. Hal itu sangat berpengaruh pada banyak produk Google yang lain. Bukan source codenya, tapi ide yang ada dibaliknya.”

Lima pelajaran untuk Startup dari Kevin Systrom, co-founder Instagram

Hanya seseorang yang menyukai fotografi yang bisa begitu memperhatikan ‘kemewahan’ dari proses membangun produk tersebut seperti yang dilakukan Kevin

Sejak Mark Zuckerberg, founder Facebook mengumumkan transaksinya membeli Instagram seharga $1 Milyar, seluruh jagat web antusias membicarakan hal ini. Apakah ini adalah deal yang bagus? Atau sebaliknya? Berbagai artikel, analisis bermunculan dari berbagai belahan dunia di internet. Di balik kesepakatan itu, yang lebih menarik adalah petunjuk-petunjuk kecil dalam cerita instagram menuju kesuksesan sebagai startup baru dan akhirnya dibeli dengan harga mahal. Lima di antaranya ada di bawah ini.

1. Passion

Waalaupun berita tentang penjualan instagram sudah menginspirasi dan memunculkan generasi baru developer yang ingin membuat ‘the next killer photo app’, pelajaran yang sering dilewatkan dalam cerita kesuksesan Instagram sebagai sebuah aplikasi adalah fakta bahwa Kevin Systrom selaku co-founder memiliki passion dalam bidang fotografi.
Sebagai orang yang memberikan ide tersebut, passion Kevin membuat dia terobsesi terhadap setiap detil dibalik desain aplikasi tersebut, sesuatu yang sulit ditiru oleh seseorang yang hanya ingin membuat ‘the next big thing’.
Detil-detil kecil yang mungkin diangap remeh oleh orang yang hanya sedikit berminat terhadap fotografi malah sangat diperhatikan olehnya, dan hal-hal tersebut yang menjadi pembeda. Dimulai dari memastikan foto yang diambil dengan instagram berbentuk kotak sampai obsesi terhadap lebar kolom dan spesifikasinya, hal ini memperjelas bahwa hanya seseorang yang menyukai fotografi yang bisa begitu memperhatikan ‘kemewahan’ dari produk tersebut seperti yang dilakukan Kevin.
Pelajaran yang bisa diambil? Ciptakan sebuah startup dalam bidang yang menjadi passion Anda, sesuatu yang mungkin sudah Anda lakukan sejak masa kanak-kanak.
Hal tersebut memastikan bahwa startup Anda tidak asal-asalan, sekedar lewat, atau hanya usaha untuk mempertebal dompet Anda. Sekaligus memperbesar kemungkinan startup Anda bisa sukses.

2. Network

Memang benar bahwa Instagram adalah aplikasi yang sederhana, mudah digunakan, dan elegan, tapi perlu diingat bahwa bagian besar dari kesuksesan Instagram datang dari network berkualitas tinggi yang dimiliki Kevin di Silicon Valley saat berada di Stanford.
Kebanyakan orang sudah pernah mendengar atau membaca tentang bagaimana Mark Zuckerberg mengajaknya untuk masuk ke Facebook, Internshipnya dengan Odeo (pelopor Twitter), dan fakta bahwa dia bekerja di Google, dan setelahnya di Nexstop (yang akhirnya diakusisi oleh Facebook). Tapi jauh di luar networknya dalam karir, network yang dia bangun dalam pertemuan informal di Silicon Valley terbukti sangat berharga. Dimulai dari masuk ke dalam network investor startup, berteman dengan orang-orang seperti Adam D’Angelo (mantan CTO Facebook), semua hal ini beriringan menjadi kejadian seperti mendapat dana sebesar $500,000 sampai akhirnya dibeli oleh Facebook seharga $1 Milyar.

3. Skill

Walaupun sebelumnya dia dipekerjakan di Google sebagai pemasar produk, Kevin adalah seorang programmer otodidak yang sudah mencoba-coba ide-ide dan membangunnya sejak masih remaja. Walaupun Systrom mungkin tidak akan mendapat penghargaan dalam bidang programming, sangat penting untuk dicatat bahwa dia tidak hanya tertarik pada bidang marketing sebuah produk, tapi juga proses koding dan desainnya. Walaupun dia tidak mendapat pelatihan formal dalam keahlian teknik, dia bisa belajar untuk membuat program pada malam hari untuk menjalankan ide-idenya.

4. Focus

Pada awalnya Instagram memilih untuk fokus hanya pada iPhone dan memutuskan untuk mempertajam hal tersebut dan berjalan dengan baik dengan fokus tersebut. Instagram bisa saja memperluas jangkauannya dengan membuat aplikasi untuk sistem operasi mobile yang lain, tapi setelah melihat perkembangan pesat pada aplikasi ini oleh pengguna iPhone, Instagram memilih untuk fokus pada penggunanya di iPhone pada tahun-tahun awal. Faktanya, karena fokus dan dedikasinya pada experience pengguna iPhone, Apple tidak memiliki pilihan lain selain memilihnya sebagai iPhone App of the year pada tahun 2010.
Pelajarannya disini adalah tetap berfokus untuk membangun sebuah komunitas pengguna yang memiliki passion pada produknya, lalu mendengarkan kebutuhan mereka dan melakukan yang terbaik untuk memuaskan mereka.

5. Stay lean

Kebanyakan orang kaget saat menyadari bahwa Instagram hanya memiliki 12 orang pekerja. Kecenderungan yang ada pada para pendiri startup adalah setelah mendapat dana yang cukup, mereka harus segera merekrut agar bisa bertumbuh besar dan mendapat lebih banyak market. Walaupun begitu, kadang kebalikannya bisa menjadi strategi yang lebih baik. Dengan merekrut karyawan yang luar biasa dan tetap berfokus untuk membuat produk yang luar biasa, jumlah staff yang banyak bisa mengganggu atau bahkan berubah menjadi liabilitas. Kebanyakan startup yang bagus memiliki jumlah karyawan sedikit pada awalnya dan cekatan.
Coba lihat adaptasi humor dari trailer untuk “the social network” yang berjudul “The Filtered Network”

Sumber : cp-afrika.com

Simulation of Inventory System

Sahabat ICT Indonesia, kita jumpa lagi, kali ini saya akan menulis sedikit tentang Pemodelan Sistem, yaitu tentang inventori model, dimana dalam studi kasus, kita akan menyelesaikanya dengan sistem distribusi tertentu.. Cekidot. . .
Inventory Model
Studi kasus :
Sebuah toko menjual produk tertentu, buka 24 jam.
Item dijual seharga $r per unit. Pelanggan memiliki permintaan, mereka menginginkan sejumlah produk. Para pelanggan datang ke toko pada specific rate tertentu, yang direpresentasikan oleh simbol lamda. Jadi, 10 pelanggan datang setiap hari. Permintaan acak harus dihitung dengan menggunakan DISTRIBUSI GEOMETRIK. Variable rata2 yang digunakan adalah 3.
Untuk memenuhi hal itu, penjaga toko perlu untuk memastikan ia memiliki sejumlah produk di tangan setiap saat. Ketika pernah persediaan hampir habis, ia segera mengisi stok kembali. Sehingga, dengan menggunakan (S, s)*S=jumlah pilihan produk. s = produk hampir habis, agar harus dibuat * ketika di tangan persediaan di bawah ‘s’, pesanan ditempatkan untuk membawa persediaan kembali ke ‘S’ (S – x = apa yang dipesan). Ada jeda waktu untuk pembelian, tidak harus terus ada pembelian. Jeda waktu perlu dihitung dengan menggunakan distribusi eksponensial. Akan dibutuhkan variabel rata=rata untuk hal ini, direpresentasikan sebagai Beta dan aka menjadi 7 hari.

Biaya untuk memesan setiap produk berada pada tingkat bunga tetap, $c.

Agar lebih kompleks, ada juga tingkat penyimpanan untuk menyimpan produk. Ada biaya penyimpanan, $h per unit per hari.

Jika persediaan barang menipis dan banyak orderan yang datang, toko harus memberikan pelanggan apa yang toko miliki. Tidak pernah memiliki ‘negative inventory’.
Untuk membuat simulasi yang tepat, persamaan distribusi geometris, persamaan distribusi eksponensial dan  normal untuk dibutuhkan untuk mendapatkan variabel-variabel acak untuk jeda waktu permintaan pelanggan.
Rules:
r = $40
lamda = 10 kedatangan per hari
d = 3 item
c = $ 25
beta = 7 hari
h = $ 1 per unit per hari
persediaan awal = 140 unit
simulasi waktu : 365 hari, 1 tahun
Tujuan dari simulasi ini adalah untuk mencoba dan menemukan yang terbaik (S, s) untuk memaksimalkan keuntungan: (Total pendapatan – Total biaya pemesanan – total biaya penyimpanan / simulasi waktu);
Ada banyak cara untuk membuat simulasi ini. Dibawah ini akan dijabarkan menggunakan sebuah state mechine atau hanya algoritma C++, yang menciptakan pelanggan dengan permintaan acak dan menempatkan mereka ke dalam antrial yang harus dilayani.
Beberapa pseudo-code :
initialize
call the timing routine
call event routine
Timing Routine:
set sim clock to 0
initialize variables
initialize event list
Timing event Routine:
determine the next event(type = t)
advance the clock
type t Event Routine:
update system state
update statistical counters
generate future events and add to event list
distributions
generate random numbers
check to see if sim is over
if yes: compute estimates of interest and write up report
if no: go back to the start
arrival and departure, keduanya perlu dua states yang berbeda dari base event class
with arrival event:
schedule the next arrival event,
check to see if shop keeper is busy
if yes: add to queue and store time of arrival for guest
if no: set delay = 0 for this guest and gather statistics
add 1 to number o guests served
make shopkeep busy
schedule departure time for guest
departure event:
eliminate departure
check to see if queue is empty or not
if yes: make shopkeep idle
if no: subtract 1 from queue
compute delay of customer/guest entering service and gather statistics
add 1 to number of guests served
schedule departure event for customer
Sumber : Simulation Modeling and Analysis by Averill Law

kata2 terkait : Pemodelan Sistem, Simulation of Inventory System, Simulation Modeling and Analysis, Sistem Distribusi, Probabilitas dan Statistik